• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris Galang Pemimpin Negara G7 Bantu Vaksinasi Warga di Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 6, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Galang Pemimpin Negara G7 Bantu Vaksinasi Warga di Dunia

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Dok

ASIATODAY.ID, LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyerukan kepada para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) untuk membuat komitmen dalam upaya membantu vaksinasi seluruh dunia pada akhir 2022.

Seruan itu disampaikan Sabtu (5/6/2021) waktu setempat.

Inggris akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak pertama para pemimpin G7 pekan depan.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Pada pertemuan pertama yang diikuti menteri keuangan kelompok G7 yang ditutup pada hari sebelumnya, Johnson berjanji untuk mencapai tujuan vaksinasi global.

“Vaksinasi dunia pada akhir tahun depan akan menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah medis,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

“Saya meminta rekan-rekan pemimpin G7 saya untuk bergabung dengan kami untuk mengakhiri pandemi yang mengerikan ini dan berjanji kita tidak akan pernah membiarkan kehancuran yang ditimbulkan oleh virus corona terjadi lagi,” imbuhnya.

Para pemimpin Jerman, Prancis, Amerika Serikat, Italia, Jepang, Uni Eropa dan Kanada akan bergabung dengan Johnson untuk pertemuan puncak tiga hari di Cornwall, Inggris Barat Daya, yang dimulai pada Jumat. Ini akan menjadi perjalanan luar negeri pertama bagi Presiden AS Joe Biden.

Negara-negara kaya telah memvaksin sejumlah besar populasi mereka, namun banyak negara miskin tidak memiliki akses yang sama ke vaksin. Para ahli kesehatan telah memperingatkan, kecuali lebih banyak vaksin Covid-19 disumbangkan, virus akan terus menyebar dan bermutasi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen, di London untuk pertemuan para menteri keuangan mengatakan, sangat mendesak bagi negara-negara kaya untuk mempromosikan vaksinasi di negara-negara miskin yang tidak mampu membelinya.

Dia juga mengulangi posisi AS bahwa hak paten harus dihapus untuk vaksin, dan mengatakan mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk mengatasi masalah rantai pasokan yang mencegah penumpukan vaksin di bagian lain dunia.

Inggris telah memesan lebih dari 500 juta dosis vaksin Covid-19 untuk 67 juta penduduknya dan mengatakan akan menyumbangkan vaksin yang tidak diperlukan. (Ant)

Tags: G7InggrisKTT Iklim COP26
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.