• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Inggris Siap Investasi di Industri Baterai Mobil Listrik Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Investigasi Sumber Covid-19 dan Kaitannya dengan Laboratorium di China

Negeri Inggris. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Inggris akan terlibat dalam investasi di industri kendaraan listrik di Indonesia.

Inggris nantinya akan ikut kerjasama dalam pembangunan industri katoda (cathode) dan prekursor (precursor) sebagai bagian dari industri sel baterai kendaraan listrik di Indonesia.

“Dalam pengembangan battery cathode dan precursor ini, Indonesia akan melakukan kerjasama investasi dengan Inggris. Dari hasil kunjungan kami ke London beberapa waktu lalu, Inggris berkomitmen akan menyuplai dengan katoda, prekursor di Indonesia,” jelas Luhut di forum webinar Economic Outlook 2022, Rabu (24/11/2021).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Luhut menegaskan, pemerintah Indonesia terbuka dengan berbagai negara dalam hal investasi, utamanya yang relevan dengan kemajuan ekonomi Indonesia.

“Masyarakat di Indonesia jangan berpikir bahwa pemerintah hanya kerja sama dengan China, itu tidak benar. Kita kerja dengan negara mana saja, Abu Dhabi misalnya. Mereka akan membawa investasi industri aluminium ke Indonesia,” jelasnya.

Luhut mengungkapkan, hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab pada November lalu, menghasilkan komitmen investasi hingga sebesar USD44,6 miliar di berbagai bidang.

Luhut menegaskan, saat ini pemerintah sedang fokus menggenjot hilirisasi sumber daya alam (SDA).

“Hilirisasi ini juga telah membuahkan hasil yang nyata dalam supply chain. Nikel ore, bauksit, kita bisa menjadi pemain dunia ke depan,” imbuh Menko Marves.

Luhut menjabarkan, ekspor besi dan baja Indonesia mencapai USD16,5 miliar hingga Oktober ini dan diperkirakan menembus USD21 miliar pada akhir 2021.

“Ekspor besi dan baja mampu membantu kinerja neraca transaksi berjalan yang mencatatkan surplus pada triwulan III 2021,” tandasnya. (ATN)

Tags: Industri Kendaraan ListrikIndustri Mobil ListrikInvestasi BateraiKerjasama Indonesia-Inggris
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.