• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

INKLUSI KEUANGAN DI ASEAN: Indonesia Tertinggal dari Thailand dan Malaysia

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
INKLUSI KEUANGAN DI ASEAN: Indonesia Tertinggal dari Thailand dan Malaysia

Keuangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Inklusi keuangan di Indonesia masih tertinggal jauh diantara negara-negara Asia.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, Indeks inklusi keuangan Indonesia bahkan jauh tertinggal dibandingkan India, Thailand dan Malaysia.

“Kita masih di bawah negara emerging market seperti China dan India, yang telah mencapai indeks inklusi keuangan sebesar 80 persen, serta negara ASEAN seperti Malaysia sebesar 85 persen dan Thailand sebesar 82 persen pada tahun 2017 menurut Global Findex Bank Dunia,” kata Iskandar melalui video virtual, Senin (5/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurutnya, literasi keuangan melalui edukasi keuangan perlu didorong sehingga indeks inklusi keuangan bisa ditingkatkan.

Di tengah Pandemi Covid-19 kata Iskandar, bulan Inklusi Keuangan yang diselenggarakan pada bulan Oktober ini memiliki peranan strategis.

“Dengan adanya Bulan Inklusi Keuangan, maka diharapkan indeks inklusi keuangan akan meningkat, mengingat pada tahun 2019 indeks inklusi keuangan Indonesia masih 76,2 persen persen,” imbuhnya.

Iskandar mengapresiasi OJK atas inisiasi selama Bulan Inklusi Keuangan dalam mendukung penyaluran kredit/pembiayaan, pembukaan 500 ribu tabungan pelajar, peluncuran program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), peluncuran buku seri literasi keuangan untuk PAUD, serta peluncuran re-branding Keluarga SIKAPI.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Inklusi Keuangan, Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Iklusif (DNKI) juga menyelenggarakan kegiatan Indonesia Financial Inclusion Forum (IFIF) 2020 dengan tema “Inklusi Keuangan dalam Transformasi dan Pemulihan Ekonomi Nasional” pada tanggal 6-7 Oktober 2020.

“Kita berharap seluruh upaya, kerja sama antar pemangku kepentingan, serta elemen masyarakat dapat mendukung perekonomian Indonesia yang lebih baik serta mencapai target inklusi keuangan di tahun 2024,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ekonomi SyariahIndustri KeuanganInklusi Keuangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.