• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Investasi USD3 Miliar, British Petroleum Bangun Penangkapan Karbon Pertama di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi USD3 Miliar, British Petroleum Bangun Penangkapan Karbon Pertama di Indonesia

Proyek British Petroleum di Lapangan Gas Tangguh, Bintuni Papua. Dok BP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – British Petroleum (BP) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) metandatangani kerjasama proyek penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture Utilization Storage (CCUS).

British Petroleum selaku operator di Lapangan Gas Tangguh, Bintuni Papua saat ini tengah mengembangkan proyek lapangan train 3.

“Kami akan membangun CCUS pertama di Indonesia. Proyek ini dinamakan Vorwata CCUS,” kata Presiden Director BP Berau, Nader Zaki di acara The 2nd IOG 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (29/11/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Proyek CCUS ini memiliki kapasitas 4 metrik ton CO2 per tahun. Nantinya, melalui pabrik ini, CO2 yang dihasilkan oleh proses pengeboran diinjeksikan kembali ke resevoar.

Tak hanya menangkap CO2 yang kemudian dikembalikan lagi ke resevoir, melalui eknologi Exhaust Gas Recirculation (EGR) mechanism yang bisa mengembalikan karbon dioksida tersebut, perusahaan bisa meningkatkan cadangan gas di 2035 sebanyak 300 BCF dan naik menjadi 520 BCF di 2045.

“Dengan langkah ini kami menjawab dilema yang dihadapkan pada industri hulu migas saat ini, untuk meningkatkan produksi dan juga mengurangi emisi,” kata Nader.

Proyek dengan nilai inveatasi USD3 miliar ini akan menopang perusahaan untuk menjadikan Tangguh LNG Plant sebagai lapangan paling rendah emisi di 2026 mendatang.

Melalui proyek ini, British Petroleum mampu mengeleminasi 90 persen beban emisi dalam resevoir.

“Signing hari ini menjadi wujud komitmen BP dan partners dalam mendukung produksi nasional dan juga menekan emisi karbon,” pungkas Nader. (ATN)

Tags: British PetroleumCarbon Capture Utilization StorageNet ZeroSKK Migas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.