• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Iran Desak Korea Selatan Cairkan Dana Miliaran Dolar yang Diblokir

by Redaksi Asiatoday
June 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jaga Kedaulatan, Presiden Iran Serukan Negara-negara Islam Bersatu

Presiden Iran, Hassan Rouhani. ist

ASITODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Iran mendesak Korea Selatan agar mencairkan dana miliaran dolar yang dibekukan karena sanksi Amerika Serikat.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, larangan Korea Selatan terhadap penggunaan sumber daya bank sentral Iran untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok, obat-obatan dan barang-barang kemanusiaan sama sekali tidak dapat diterima.

“Kami berharap pemerintah Korea Selatan untuk mencabut pembatasan ini sesegera mungkin,” kata Presiden Hassan Rouhani dilansir Middleeast, Sabtu (13/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dia menginstruksikan kepala bank sentral Iran untuk menindaklanjuti masalah tersebut melalui saluran hukum dan forum internasional.

Rouhani tidak merinci angka untuk dana beku, tetapi kantor berita Borna mengutip Hossein Tanhayi, kepala kamar dagang Iran-Korea Selatan, yang mengatakan antara USD6,5 miliar dan USD9 miliar milik Iran diblokir di bank-bank Korea Selatan.

“Iran bermaksud untuk mengambil tindakan hukum terhadap ini, tapi ini bukan jalan yang mudah dan itu memakan waktu,” kata Tanhayi.

Impor minyak Iran ke Korea Selatan sudah nol sejak Mei 2019, ketika Amerika Serikat mencabut keringanan yang memungkinkan beberapa negara terus membeli minyak Iran tanpa melanggar sanksi AS.

Amerika Serikat memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan untuk mencabutnya sebagai imbalan atas pengekangan terhadap program nuklir Iran. Teheran menyebut sanksi AS adalah perang ekonomi.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada bulan Mei bahwa langkah-langkah awal telah diambil untuk mendirikan saluran untuk memungkinkan Iran menggunakan dana di Korea Selatan untuk membeli barang-barang kemanusiaan. Beberapa minggu kemudian Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan Seoul mengirim obat senilai USD500.000 ke Iran.

Pada bulan Maret, Perancis, Jerman dan Inggris mengekspor barang-barang medis ke Iran dalam transaksi pertama yang dilakukan di bawah mekanisme perdagangan yang diatur untuk menukar barang-barang kemanusiaan dan makanan tanpa melanggar sanksi keuangan AS. (ATN)

Tags: IranKorea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.