• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Jaga Rupiah, BI Kembali Intervensi Pasar USD523 Juta

by Redaksi Asiatoday
April 22, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BI Kecewa Indonesia Gagal Tarik Puluhan Investasi Tiongkok

Bank Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi di pasar spot dan pasar domestik mata uang valuta asing (valas) berjangka atau Domestic Non-Delivery Forward (DNDF).

Ini dilakukan agar nilai tukar rupiah tetap perkasa di tengah gejolak pasar keuangan global imbas meluasnya pandemi virus korona (covid-19).

Menyitat informasi hasil lelang transaksi DNDF dari laman resmi Bank Indonesia untuk lelang sesi pagi, Selasa, 21 April 2020, BI menetapkan kurs DNDF untuk tenor satu bulan sebesar Rp15.688 dan memenangkan USD523 juta. Sementara kurs DNDF untuk tenor tiga bulan yang ditetapkan sebesar Rp15.873, tidak ada penawaran yang masuk.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Adapun kurs Jakarta Interbank Spot Dolar Rate atau Jisdor hari ini menempatkan rupiah di posisi Rp15.643 per USD. Kurs Jisdor yang dipublikasikan Bank Indonesia itu mengalami pelemahan 100 poin dari nilai tukar rupiah hari sebelumnya sebesar Rp15.543 per USD.

Melansir Bloomberg, nilai tukar rupiah hingga pukul 14.15 WIB berada di posisi Rp15.555 per USD. Posisi mata uang Garuda itu melemah 143 poin atau 0,92 persen dari posisi penutupan hari sebelumnya di Rp15.412 per USD.

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku mengurangi intervensi mengingat mekanisme pasar mulai bergerak positif. Sebab nilai tukar rupiah terus bergerak stabil dan cenderung menguat dari level pertengahan dan akhir Maret 2020.

Kurs rupiah yang stabil dipengaruhi oleh kepercayaan pelaku pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Perry menyatakan bank sentral akan selalu berada di pasar dan menempuh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah ketika terjadi tekanan di pasar.

“Pergerakan nilai tukar rupiah dalam April ini menguat sebagian besar karena bekerjanya mekanisme pasar yang berlangsung baik,” tutur Perry dalam video konferensi, Jumat, 17 April 2020.

Sementara itu, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pada April 2020 ini permintaan dolar mengalami peningkatan lantaran banyaknya perusahaan emiten harus membayar dividen untuk kuartal I-2020. Alhasil, permintaan dolar relatif cukup tinggi.

“Dengan tingginya kebutuhan dolar, maka Bank Indonesia kembali turun ke pasar guna melakukan intervensi dalam perdagangan DNDF, yaitu pasar valas, obligasi, dan SUN (Surat Utang Negara) sehingga bisa membantu pasar kembali kondusif,” ujar Ibrahim, Selasa (21/4/2020).

Menurut Ibrahim, keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas eksternal di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini masih relatif tinggi akibat pandemi virus corona. Apalagi harga minyak mentah anjlok ke level terendah karena pasokannya berlebih dan para produsen kehabisan tempat untuk menampung.

Walaupun pasar terus bergejolak, namun Bank Indonesia memegang optimistis terhadap fundamental ekonomi yang masih kuat dan stabil. Kepercayaan bank sentral tersebut membuat arus modal asing yang di perdagangkan sesi siang terus keluar pasar.

“Pada saat mendekati penutupan pasar, arus modal asing kembali masuk dan kembali membanjiri pasar valas dan obligasi dalam negeri,” urai Ibrahim. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaPasar ModalPasar ObligasiRupiah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.