• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jepang Anggap China, Rusia, dan Korea Utara sebagai Ancaman Keamanan Siber Global

by Redaksi Asiatoday
September 28, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jepang Anggap China, Rusia, dan Korea Utara sebagai Ancaman Keamanan Siber Global

Negeri Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang pada hari Senin (27/9/2021) mengumumkan rencana strategi keamanan siber baru untuk tiga tahun ke depan.

Dalam rencana itu, Jepang secara khusus menempatkan China, Rusia, dan Korea Utara sebagai ancaman global.

Rencana strategi ini diharapkan bisa segera disahkan oleh Kabinet dalam waktu dekat. Kabinet sendiri mengakui bahwa kondisi dunia maya saat ini penuh dengan risiko dan bisa mengancam keamanan negara kapan pun.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Saat mulai disusun pada bulan Juli, strategi yang akan menggantikan strategi tahun 2018 ini mendapat kritik keras dari China karena dianggap sebagai fitnah tanpa dasar.

Jepang menduga China, Rusia, dan Korea Utara terlibat dalam aktivitas siber yang bermusuhan. Jepang akan mengambil tindakan penanggulangan yang keras dengan menggunakan setiap cara dan kemampuan yang tersedia, termasuk tanggapan diplomatik dan penuntutan pidana.

“Anggota Markas Strategis Keamanan Siber harus bekerja dengan pemerintah daerah sambil memberikan pertimbangan yang cukup untuk mendapatkan kepercayaan publik dan terus menerapkan langkah-langkah yang dinyatakan dalam strategi,” ungkap Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, dalam pengarahannya hari Senin sebagaimana dilaporkan Kyodo.

Strategi tersebut menggarisbawahi kebutuhan untuk memastikan bahwa infrastruktur penting seperti kabel bawah laut terlindungi dengan baik. Standar keamanan untuk perangkat teknologi informatika juga akan diciptakan.

Lebih lanjut, Kato menyatakan akan berupaya untuk mempercepat kerja sama di bidang siber dengan mitranya dalam kerangka Quad, bersama AS, India, dan Australia. Pendekatan dengan PBB juga akan dilakukan.

Keamanan siber ini diakui Kato melupakan bagian dari upaya Jepang dan sekutunya untuk mewujudkan kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka. Hal ini juga dianggap sebagai upaya nyata untuk melawan pengaruh China yang semakin besar.

Keseriusan Jepang dalam menjaga dunia digital semakin ditunjukkan ketika meluncurkan Badan Digital pada 1 September lalu. Badan ini akan mempromosikan digitalisasi negara serta menyerukan promosi simultan keamanan siber dan reformasi digital. (ATN)

Tags: CybersecurityIndo PasifikKeamanan Siber
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.