• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Event

Jogja Cross Culture 2019 : Yogyakarta Kini Menuju Kota Budaya Dunia

by Redaksi Asiatoday
July 30, 2019
in Event
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jogja Cross Culture 2019 : Yogyakarta Kini Menuju Kota Budaya Dunia 1

ASIATODAY.ID, YOGYAKARTA – Daerah Istimewa Yogyakarta tengah berpacu untuk mendorong kota gudeg itu sebagai Kota Budaya Dunia.

Untuk mendorong itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan berbagai komunitas bakal menggelar even bertajuk Jogja Cross Culture, pada Sabtu – Minggu, 3-4 Agustus 2019 mendatang.

Event yang akan menghadirkan berbagai atraksi budaya itu, akan dipusatkan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

RelatedPosts

Glitter Set to Hold Solo Concert, Arvindo Aims to Bring Child-Friendly Entertainment

Indonesia Targets Strategic Global Partnership Role at Salone del Mobile Milan 2026

Shaucha Fest Vol. 1 2026 Held in Surabaya

Menurut Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Panitia Jogja Cross Culture, Heroe Poerwadi, hadirnya event yang mengusung konsep budaya ini tak lepas dari entitas Kota Yogyakarta yang didaulat sebagai kota budaya. Bahkan, untuk skala nasional belum ada kota lain yang memiliki kedudukan yang sama dengan DIY sebagai kota budaya.

“Kita melihat Kota Yogyakarta memiliki beragam budaya yang tumbuh di masyarakat, dan tidak jarang kita temukan budaya dan seni kerap dipadukan,” terangnya, Selasa (30/7/2019).

Dikatakan hadirnya konsep budaya yang bercampur itu perlu dimaknai sebagai persilangan budaya yang menjadi khasanah di Yogyakarta.

“Di Yogyakarta ternyata kultur ini bisa berkomunikasi sehingga melahirkan beberapa aktivitas perkawinan budaya dan tradisi lokal dengan asing. Inilah yang kita gunakan sebagai tajuk dan menunjukkan bahwa Yogya mempunyai kultur yang lebih luas,” jelasnya.

Dengan banyaknya perkawinan kultur dan budaya ini lantas bukan menjadi alasan untuk menghilangkan budaya asli Yogyakarta.

Menurutnya, kultur asli Yogyakarta juga tetap kuat. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya seniman asli Yogyakarta yang menyuguhkan tradisi dan budaya khas.

“Dalam Jogja Cross Culture seni asli Yogya tetap kita pakai tapi kita juga perlu memunculkan atau memberi ruang bagi persilangan budaya modern saat ini, yang mana budaya ini makin tumbuh dan berkembang,” paparnya.

Ditegaskan, Yogya sebagai ibu kota kebudayaan membuktikan bahwa Yogya bisa menyerap seni budaya dan menjaga seni dan budaya itu. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: CultureDIYJogja Cross Culture 2019
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.