• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi Bersama Panglima TNI Terbang ke Natuna, Pastikan Kedaulatan Indonesia Terjaga

by Redaksi Asiatoday
January 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi Bersama Panglima TNI Terbang ke Natuna, Pastikan Kedaulatan Indonesia Terjaga

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo terbang ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (08/01/2020). Dalam kunjungannya itu, Jokowi akan meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Natuna serta jajar kapal.

Jokowi beserta rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.35 WIB.

Dalam kunjungan itu, Jokowi juga akan menuju Kantor Bupati Natuna untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah ke rakyat. Kepala Negara kembali ke Jakarta pada hari yang sama.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke Natuna.

Kunjungan Presiden Jokowi ini sekaligus ingin memastikan kedaulatan Indonesia di Laut Natuna dalam kondisi aman. Apalagi, tensi hubungan diplomatik Indonesia dan China beberapa hari terakhir memanas lantaran sejumlah kapal nelayan China bertahan di Perairan Natuna.

Kapal-kapal asing tersebut bersikukuh menangkap ikan yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

TNI sudah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan Perairan Natuna.

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia. Cina tidak memiliki hak apa pun atas perairan tersebut. Namun, Cina secara sepihak mengklaim kawasan itu masuk ke wilayah mereka.

,’;\;\’\’
Tags: NatunaPanglima TNIPresiden JokowiZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.