• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jokowi : Ingin Melompat Jauh, Indonesia Wajib Hilirisasi Tambang

by Redaksi Asiatoday
August 16, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi : Ingin Melompat Jauh, Indonesia Wajib Hilirisasi Tambang

Jokowi bersama Jusuf Kalla tinggalkan gedung DPR. Foto : Setkab

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia harus memaksimalkan pengelolaan Mineral dan Batubara. Salah satu jalan yang harus ditempuh, tidak ada cara lain harus dilakukan hilirisasi komoditas tambang guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dari Indonesia.

Jokowi menegaskan, dengan membangun industri pengolahan bauksit, maka impor alumina tidak perlu lagi dilakukan. Selain itu, dengan membangun penghiliran batu bara menjadi dimethyl ether (DME), Indonesia bisa mengurangi impor jutaan ton LPG setiap tahunnya.

Begitu juga dengan hilirisasi nikel menjadi feronikel (FeNi) lewat proses pemurnian dalam smelter sehingga nilai tambah nikel akan meningkat 4 kali lipat.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Menurut Jokowi, Indonesia memang kaya bauksit, batu bara, maupun produk tambang lainnya. Oleh karena itu, penghiliran perlu dilakukan agar terjadi peningkatan nilai tambah untuk negara.

“Kalau kita melakukan hilirisasi, industri kita pasti bisa melompat lagi,” tegas Jokowi dalam Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI, Jumat (16/8/2019).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki 20 smelter terdiri dari tembaga (2 smelter), nikel (13 smelter), bauksit (2 smelter), besi (2 smelter), dan mangan (1 smelter).

Menurut Jokowi, Indonesia harus berani memulai dari sekarang agar bisa melompat lebih tinggi. Beberapa langkah kemajuan telah didorong pemerintah, seperti program B20 yang akan masuk ke B30, campuran solar dengan 30% biodiesel.

“Tetapi, kita bisa lebih dari itu, kita bisa membuat B100,” katanya.

Indonesia juga telah mampu memperoduksi bahan bakar pesawat atau avtur. Namun, Jokowi menyatakan ingin lebih dari itu, yaitu Indonesia mampu memproduksi avtur berbahan baku sawit.

“Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik, tetapi kita ingin lebih dari itu, yaitu bisa membangun industri mobil listrik sendiri,” tegasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor NickelHilirisasi TambangIndustri SmelterJokowiJusuf KallaKESDMSmelter
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.