• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Jual Rudal Ilegal ke China, 3 Perusahaan Israel Diseret ke Pengadilan

by Redaksi Asiatoday
December 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kasus Covid-19 Melonjak di Israel

Negeri Israel. Ist

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Departemen Keuangan Kantor Kejaksaan Negara Israel menyatakan, 10 warga Israel dan 3 perusahaan akan didakwa dengan pelanggaran keamanan serius.

Mereka dituduh melakukan penjualan rudal secara ilegal ke China . Menurut kantor Jaksa Agung Israel, kesepakatan bisnis ini digagas oleh Ephraim Menashe, seorang pengusaha drone Israel dan pendiri perusahaan Solar Sky. Ia mempekerjakan Tzvika dan Ziv Naveh, pemilik perusahaan drone Innocon, serta tersangka lain yang tidak disebutkan namanya.

“Para tersangka diselidiki sehubungan dengan kasus keamanan skala besar, di mana mereka dicurigai memproduksi, memperdagangkan, dan mengekspor rudal jelajah untuk penggunaan militer tanpa izin,” kata jaksa, sebagaimana dilaporkan i24News, Selasa (21/12/2021).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Para tersangka akan dipanggil untuk sidang pra-dakwaan. Tuduhan terhadap mereka termasuk pelanggaran keamanan senjata, pencucian uang, dan pelanggaran Undang-Undang Kontrol Ekspor Pertahanan.

Badan Pengendalian Ekspor Pertahanan Kementerian Pertahanan, yang didirikan pada tahun 2006, mengelola ekspor dan perizinan semua peralatan dan teknologi pertahanan buatan Israel. Perusahaan-perusahaan diharuskan untuk mengajukan izin sebelum merundingkan kesepakatan di luar negeri.

“Setelah rudal diproduksi, Menashe diduga mengekspor lusinan produk mereka ke China secara diam-diam dengan imbalan jutaan dolar yang dia sembunyikan dari pihak berwenang,” kata jaksa.

Israel memiliki sekitar 1.600 eksportir senjata berlisensi, yang mempekerjakan 150.000 hingga 200.000 orang. Selain itu, terdapat rantai pasokan subkontraktor yang luas yang menyediakan perangkat lunak, perangkat keras, bahan mentah, dan barang lain yang dibutuhkan untuk produksi senjata. (ATN)

Tags: ChinaDroneIsrael
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.