• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kapal Induk AS Show Force di Laut China Selatan, Tantang Pasukan Pengawas China

by Redaksi Asiatoday
January 26, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Virus Corona Menyebar di Kapal Induk Amerika, Ribuan Kru Segera Dievakuasi

Kapal Induk Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kekuatan militernya di Laut China Selatan.

Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Theodore Roosevelt dan kelompok tempurnya memasuki Laut China Selatan pada hari Minggu untuk operasi rutin kebebasan navigasi.

Operasi itu berlangsung setelah Parlemen China pekan lalu mengesahkan undang-undang yang memberi izin kepada pasukan coast guard-nya untuk menembak kapal asing di Laut China Selatan dan Timur.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Washington berdalih bahwa kelompok tempur kapal induknya memasuki Laut China Selatan untuk operasi kebebasan navigasi. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu juga menjadi cara Amerika untuk menantang China agar menembaknya setelah undang-undang kontroversial itu disahkan.

Sekadar diketahui, UU itu disahkan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional—badan legislatif tertinggi China—pada Jumat pekan lalu.

“Memberikan otoritas kepada coast guard untuk menggunakan segala cara yang diperlukan, termasuk menembaki kapal asing, untuk melindungi wilayah dimana China mengklaim yurisdiksinya,” tuilis South China Morning Post (SCMP) mengutip teks dokumen UU tersebut.

UU itu juga memungkinkan pasukan coast guard untuk melancarkan serangan pendahuluan terhadap kapal asing tanpa peringatan sebelumnya jika komandan menganggap langkah seperti itu perlu, dan mencakup ketentuan di mana personel coast guard dapat naik dan memeriksa kapal asing. Bahkan, UU itu memungkinkan pasukan coast guard untuk menghancurkan bangunan milik negara lain yang dibangun di wilayah yang diklaim oleh China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa undang-undang tersebut sejalan dengan praktik internasional.

“Beijing akan tetap berkomitmen untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di laut,” katanya.

Komando Indo-Pasifik AS telah mengonfirmasi manuver kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt di Laut China Selatan.

“Kelompok tempur kapal induk ini dalam jadwal penempatan ke Armada ke-7 AS untuk memastikan kebebasan laut,” bunyi pernyataan komando tersebut seperti dikutip Japan Times, Senin (25/1/2021).

“Kelompok tempur ini melakukan operasi keamanan maritim, yang mencakup operasi penerbangan dengan pesawat tetap dan sayap putar, latihan serangan maritim, dan pelatihan taktis terkoordinasi antara unit permukaan dan udara,” lanjut pernyataan tersebut.

Buruk untuk Perdamaian

Kementerian Luar Negeri China  menyatakan, Amerika Serikat (AS) sering mengirim kapal dan pesawat ke Laut China Selatan untuk “pamer otot”. Beijing menyebut, ini tidak baik untuk perdamaian.

Pernyataan ini datang setelah AS mengirim kelompok tempur kapal induk ke Laut China Selatan pada akhir pekan lalu.

Pengiriman kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt ke perairan sengketa itu dipandang sebagai pesan implisit kepada China hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden AS, Joe Biden di tengah titik terendah dalam hubungan China-Amerika.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyatakan keberadaan kapal perang AS di kawasan sengketa tersebut hanya akan memanaskan situasi yang ada.

“AS sering mengirim pesawat dan kapal ke Laut China Selatan untuk “memamerkan ototnya”. Ini tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/1/2021).

Terkait dengan pengerahan 13 armada pesawat tempur, termasuk pesawat pembom berkemampuan nuklir, ke sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan, Zhao menolak berkomentar.

Dia hanya mengatakan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari China dan bahwa AS harus mematuhi prinsip “Satu China”. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.