• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Kapasitas Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di Indonesia Capai 10.843 MW

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hingga 2019, Pengembangan Pembangkit EBT Intermiten di Indonesia   Capai 9.868 MW

Wayang Windu Geothermal, Pembakit Listrik EBT. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber energi listrik di Indonesia kian cerah.

Pasalnya, hingga akhir 2019, kapasitas pembangkit listrik EBT telah mencapai 10.843 megawatt (MW) atau naik 376 MW dari tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan total kapasitas terpasang, porsi pembangkit EBT telah mencapai 15,6 persen.

Peningkatan tersebut mayoritas disokong oleh Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) sebesar 182,3 MW. Kontribusi PLTP tersebut berasal dari PLTP Lumut Balai 55 MW, PLTP Sorik Marapi 42,3 MW, dan PLTP Muara Laboh 85 MW.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Adapun kapasitas pembangkit listrik EBT pada 2015 sebesar 8.496 MW dan terus meningkat pada 5 tahun terakhir ini, masing-masing sebesar 8.989 MW pada 2016, 9.379 MW pada 2017, dan 9.781 MW pada 2018.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, kapasitas pembangkit listrik EBT terus dioptimalkan sesuai amanat Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 yang menargetkan bauran EBT pada 2025 sebesar 23 persen.

“Kementerian ESDM saat ini juga tengah merevisi Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik dan menerbitkan perpres untuk mendorong pemanfaatan EBT lebih masif,” terang Arifin dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (11/01/2020).

Selain itu, pemanfaatan biodiesel dalam negeri tahun 2019 capai 6,26 juta kilo liter (kl), yang setara dengan penghematan devisa sekitar US$ 3,35 miliar atau Rp 48,19 triliun.

Sejak 1 September 2018, pemerintah memperluas mandatori B20 ke sektor non-PSO, seperti kelistrikan, pertambangan, perkeretaapian, industri, dan angkutan laut.

“Mandatori B20 tersebut ditingkatkan menjadi mandatori B30 pada Januari 2020. Tahun 2020, produksi biodiesel ditargetkan sebesar 10 juta kl. Produksi biodiesel tahun 2019 ditargetkan 7,37 juta kl dan realisasinya mencapai 8,37 juta kl,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) F.X. Sutijastoto menjelaskan bahwa peningkatan pemanfaatan biodiesel akan menjadi perhatian utama karena penerapan B30 diharapkan terus meningkat untuk kepentingan masyarakat sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Ia menjelaskan, akan dilakukan rangkaian uji dan penelitian untuk peningkatan intensitas biodiesel bersama dengan pihak terkait.

Selain kapasitas pembangkit listrik EBT yang terus ditingkatkan, KESDM juga terus mendorong penurunan emisi CO2 sebagai komitmen nasional dalam penurunan emisi sesuai UU No.16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to UNFCCC dan Perpres No.61/2011 tentang RAN-GRK.

Pada 2019, penurunan emisi CO2 mencapai 54,8 Juta Ton CO2 dari target sebesar 48,8 Juta Ton CO2. Sebelumnya, penurunan emisi CO2 pada 2018 mencapai 43,8 Juta Ton CO2.

Program prioritas lainnya antara lain lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) gratis untuk desa yang belum menikmati listrik telah dibagikan kepada 172.996 rumah di 16 provinsi. Adapun total LTSHE yang telah dibagikan selama dua tahun program tersebut berjalan sebanyak 363.220 unit.

Kementerian ESDM juga telah membangun 19.734 unit penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) pada 2019 sehingga total PJU-TS yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir sebanyak 46.613 unit untuk menerangi 2.300 km di 258 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Energi Baru TerbarukanGeothermalGreen EnergyKedaulatan EnergiKESDMPembangkit HijauPembangkit Listrik Ramah LingkunganPembangkit Listrik Tenaga Panas BumiPembangkit Listrik Tenaga Uap
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.