• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kelola Sumber Daya Laut Genetik, Indonesia Ikut Perjanjian UNCLOS

by Redaksi Asiatoday
July 31, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bappenas Rumuskan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan

Potensi perikanan laut Indonesia yang melimpah. Foto : KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan ikut serta dalam perjanjian konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional (laut bebas). Perjanjian tersebut berskala internasional di bawah organisasi PBB yang membawahi Hukum Laut (UNCLOS).

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Purbaya Yudhi Sadewa, fokus perjanjian internasional itu terkait dengan pemanfaatan sumber daya laut genetik.

Dikatakan, sumber daya laut genetik berpotensi dikelola dan dikembangkan untuk berbagai industri, seperti sektor kesehatan, kecantikan, dan rekayasa genetik lain.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi potensi ekonomi dari pemanfaatan sumber daya laut genetik terbuka lebar,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (30/7/2019).

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi sumber daya laut genetik. Dalam kisaran angka, nilainya bisa mencapai miliaran dolar AS.

“Saya perkirakan angkanya tidak terbatas, seiring perkembangan teknologi di masa datang karena potensi laut kita besar,” paparnya.

Karena itu kata dia, Indonesia akan berperan aktif agar kepentingan Indonesia mendapat posisi dalam perjanjian internasional.

“Kami ingin negara berkembang seperti Indonesia juga terwakili secara adil di sana. Kami tidak mau nanti Indonesia hanya gigit jari ketika mereka bagi-bagi kekayan dari laut bebas,” paparnya.

Ia mengatakan pemerintah akan mengumpulkan ide dari para ahli di bidang kemaritiman dan hukum guna menyumbang saran dan ide atas posisi Indonesia pada perjanjian internasional itu.

Rencananya, diskusi pertama pada level internasional akan digelar pada 19-30 Agustus 2019. Ia memprediksi perundingan perjanjian internasional itu membutuhkan waktu hingga dua tahun sebelum diberlakukan.

Ia menambahkan tantangan pengembangan sumber daya laut genetik adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memprioritaskan isu tersebut. Di sisi lain, riset terkait sumber daya laut genetik sangat minim. Selain SDM, pengembangan riset terkendala dana riset yang terbatas.

“Kami pikir sudah saatnya berubah karena riset menentukan keuntungan kita di masa mendatang,” ucapnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Keanekaragaman HayatiSumberdaya GenetikUNCLOS
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.