• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Ukraina Kian Erat

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kerja Sama Bilateral Indonesia dan Ukraina Kian Erat

Kota Ukraina. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kerja sama bilateral Indonesia dan Ukraina semakin erat. Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Volodymyr Pakhil mengungkapkan hal itu dalam resepsi peringatan hari kemerdekaan Ukraina yang ke-28 tahun, Kamis (12/9/2019).

Duta Besar Pakhil memandang, politik Indonesia dan Ukraina sangat berbeda, namun jika dilihat dari aspek ekonomi, pertumbuhan ekonomi kedua negara sama-sama tumbuh pesat.

“Indonesia dan Ukraina adalah dua negara yang sama-sama independen. Hubungan antar masyarakat Ukraina dan Indonesia juga semakin baik,” imbuhnya.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Menurut Pakhil, semakin banyak masyarakat Ukraina yang melancong ke Indonesia. Tidak hanya itu, kerja sama dagang juga tumbuh signifikan.

Merujuk dari indonesia.mfa.gov.ua, nilai perdagangan Ukraina dan Indonesia pada 2017 mencapai 658 juta USD atau sekitar Rp1 triliun. Angka ini naik jika dibanding dengan periode yang sama pada 2016, yakni naik 11 persen.

Ekspor dari Ukraina ke Indonesia sebagian besar berupa komoditas pertanian dan metal. Sedangkan impor Ukraina dari Indonesia berupa minyak kelapa sawit, produk elektronik, biji coklat, sepatu, kertas, dan kardus.

Potensi kerjasama bilateral bidang perdagangan dan ekonomi Indonesia dan Ukraina diantaranya di bidang pertanian, seperti persediaan gandum, jagung, tepung gandum dan penyediaan buah-buahan segar. Di bidang teknik potensi kerja sama seperti sektor alat pertambangan, pompa gas, baja, teknik militer, energi, dan farmasi.

Ukraina secara resmi menyatakan kemerdekaan pada 24 Agustus 1991. Dewan Agung Ukraina menyatakan bahwa hukum dari Uni Soviet tidak lagi berlaku di Ukraina dan hanya hukum Soviet Ukraina yang berlaku, yang secara de facto menyatakan Ukraina merdeka dari Uni Soviet.

Pada 1 Desember 1991, masyarakat Ukraina menyetujui sebuah referendum melepaskan diri dari Uni Soviet. Lebih dari 90 persen suara yang masuk memilih untuk merdeka, termasuk 56 persen suara di Krimea, sebuah wilayah itu dianeksasi oleh Rusia.

Pakhil mengatakan setelah negaranya merdeka dari Uni Soviet, Presiden Ukraina mengunjungi Indonesia pada 1996 untuk yang pertama kalinya.

“Pada saat itu, Kedutaan Besar Ukraina dibuka di Indonesia,” ujarnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kerjasama BilateralKerjasama Indonesia di AseanKerjasama Indonesia-Rusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.