• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, DPR Akan Panggil ITDC

by Redaksi Asiatoday
May 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, DPR Akan Panggil ITDC

Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika. Ist

ASIATODAY.ID, LOMBOK – Sejumlah warga menghadang Anggota Komisi II DPR H Syamsul Lutfi saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sirkuit MotoGP Mandalika, Rabu (6/5/2020) sore. Inspeksi ini untuk memastikan proses pembayaran lahan sirkuit MotoGP Mandalika.

Pasalnya, informasi yang diterimanya dari warga, masih ada puluhan pemilik lahan ternyata belum mendapatkan uang pembebasan lahan dari Indonesia Tourism Development Coorporate (ITDC).

Kedatangan wakil rakyat Dapil II Pulau Lombok itu tercium sejumlah warga. Hingga ketika wakil rakyat sampai ke lokasi, kendaraannya pun langsung dihadang. Kepada wakil rakyat, para pemilik lahan meminta agar lahan mereka segera dibayar pihak ITDC.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Yang penting lahan kami dibayar. Kalau tidak dibayar, kami akan terus mempertahankan lahan kami. Kalau perlu sampai mati. Sekarang hanya kepada Pak Syamsul Lutfi harapan kami,” ujar salah satu pemilik lahan Amaq Uyun.

Amaq Uyun bersama puluhan warga pemilik lahan lainnya berkomitmen akan tetap memperjuangkan haknya. Karena berdasarkan alas hak, warga memiliki bukti kepemilikan, termasuk sporadik dan pipil atas lahan mereka.

“Ada beberapa warga lainnya sudah dibayar. Tapi kok kami belum juga dibayar,” ketusnya.

Pemilik lahan lainnya, H Muridun juga berharap ITDC selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bisa menepati janjinya. Sebab sejak beberapa tahun lalu, ITDC hanya bisa memberikan janji, bukan bukti.

“Kalau belum bayar, bagaimana pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika bisa jalan? Karena pasti kami akan tetap mempertahankan lahan kami,” tegasnya.

Sementara HM Syamsul Lutfi setelah berdiskusi dengan para pemilik lahan mengaku sangat prihatin. Sebab selama ini para pemilik lahan hanya diberikan janji palsu oleh ITDC.

“Saya sendiri sangat miris dan prihatin pada kunjungan kali ini. Bagaimana mungkin sirkuit MotoGP dapat dituntaskan sesuai target, jika lahan masyarakat belum dibebaskan. Saya khawatir proyek ini gagal dan mangkrak. Apalagi gaya penyelesaian masalahnya masih seperti ini,” ujarnya.

Terlebih lahan warga tersebut berada di areal sirkuit. Bahkan ada juga berada di bagian jalan pembangunan sirkuit.

“ITDC memang saya lihat bermasalah. Ini buktinya, ada lahan kosong di tengah sirkuit yang belum digarap. Karena memang belum dibayar. Warga juga akui hal itu,” ketusnya.

Setelah berdialog, sebagai wakil rakyat ia berjanji akan terus berjuang membela hak warga agar lahan mereka segera dibayar.

“Dalam waktu dekat kita panggil ITDC. Kita ingin tahu, apa yang terjadi sebenarnya, sehingga pembayaran lahan ini belum tuntas,” janjinya.

Proses pengerjaan sirkuit belum berjalan maksimal. Sebab sebagian lahan yang berada di areal sirkuit belum digarap lantaran belum dibebaskan.

Selain itu, berdasarkan informasi warga, hingga kini ada sekitar puluhan hektare lahan yang belum dibayar ITDC. Sejak lama, puluhan pemilik lahan berjuang mencari haknya, namun lagi-lagi, ITDC seolah acuh dengan permasalahan tersebut. (ATN)

Tags: Indonesia Tourism Development CoorporateITDCLombokMandalikaMotoGP IndonesiaMotoGP Mandalika
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.