• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kolaborasi Taiwan-Jepang Kembangkan Material Tingkat Tinggi dan Biomedik

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi Taiwan-Jepang Kembangkan Material Tingkat Tinggi dan Biomedik

Taiwan dan Jepang menandatangani MOU ketiga, kembangkan Material Tingkat Tinggi dan Biomedik. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Taiwan dan Jepang kian memperkuat kolaborasi di bidang sains dan teknologi.

Pada tahun 2000, National Synchrotron Radiation Research Center Taiwan (NSRRC) pernah membicarakan pembentukan hubungan kerja sama dengan Japan Synchrotron Radiation Research Institute (JASRI).

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taiwan (MOST), yang saat itu bernama Dewan Iptek Nasional, mengeluarkan dana sebesar NTD 350 juta untuk membangun dua buah mesin beamline di dalam fasilitas radiasi synchrotron Spring-8, di Prefektur Hyogo. Hubungan kerja sama tersebut dimulai setelah Taiwan dan Jepang menandatangani MOU pertama pada tahun 2000, dan  MOU kedua pada tahun 2010.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Tahun ini, Taiwan dan Jepang memperdalam hubungan kerja sama tersebut dengan menandatangani MOU ketiga,” demikian keterangan tertulis Kemlu Taiwan (MOFA) dikutip Jumat (19/6/2020).   
 
Pada masa itu, Spring-8 adalah fasilitas iptek yang dapat menghasilkan cahaya buatan terbesar di dunia. MOU yang ditandatangani pada tahun 2000 adalah kerja sama penelitian iptek berskala besar pertama yang dilakukan antara Taiwan dan Jepang, sekaligus menandakan bahwa mesin beamline yang diciptakan oleh NSRRC Taiwan telah mencapai standar internasional.   
 
Pada tahun 1993, Taiwan berhasil menciptakan Taiwan Light Source (TLS) di Hsinchu, synchrotron pertama Taiwan yang dapat menghasilkan cahaya dengan intensitas rendah hingga sedang.

Selanjutnya pada tahun 2016, Taiwan mengembangkan Photon Source (TPS) yang memiliki kapasitas cahaya menengah. Kedua mesin tersebut dapat mendukung penelitian infra merah, sinar ultraviolet vakum, dan sinar X.

Sementara Spring-8 yang dikembangkan oleh Jepang pada tahun 1997, dapat menghasilkan cahaya dengan intensitas tinggi, yang sangat cocok untuk penelitian sinar X.        
 
Juru bicara NSRRC mengatakan dalam 20 tahun terakhir, jumlah artikel ilmiah dalam bidang ilmu biomedik dan material tingkat tinggi (advanced materials) yang telah diterbitkan dalam jurnal internasional terindeks SCI oleh Taiwan dan Jepang mencapai lebih dari 550 artikel.

Di samping itu, selain para ilmuwan dari NSRRC, lebih dari 200 orang peneliti dan mahasiswa dari berbagai universitas dan lembaga penelitian Taiwan pergi ke Jepang untuk melakukan penelitian dengan menggunakan fasilitas hasil kerja sama Taiwan dan Jepang tersebut.  
Juru bicara MOST menjelaskan, Taiwan dan Jepang akan memperluas ruang lingkup kerja sama di bidang pengembangan semikonduktor, materi ramah lingkungan, obat, dan penelitian virus sebagai dasar untuk mencapai target penelitian yang lebih inovatif dalam bidang pengembangan sinar X koheren intensitas tinggi.

Pihak Jepang juga berencana untuk meningkatkan level Spring-8 ke tahap yang lebih tinggi pada tahun 2026, agar dapat menjadi sumber cahaya buatan berintensitas tinggi paling terang di dunia. (ATN)     

Tags: JepangTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.