• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

Korea Selatan Tawarkan Kerja Sama Terbuka Rantai Pasok Baterai di Asia

by Redaksi Asiatoday
May 3, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Akomodasi Kebutuhan Warganya, Korea Selatan Buka Konsulat di Bali

Pemerintah Korea Selatan. ist

ASIATODAY.ID, INCHEON – Korea Selatan bertekad untuk membangun rantai pasok produk semikonduktor dan baterai yang kooperatif ke depan.

Langkah ini menyusul disrupsi yang terjadi baru-baru ini setelah aktivitas ekonomi bangkit kembali dari pandemi Covid-19.

Presiden Korea Selatan, Yoon Seok-yeol mengatakan fragmentasi rantai pasok global menjadi tantangan yang dihadapi dunia setelah pandemi. Pelebaran kesenjangan digital dan perubahan iklim setelah pandemi adalah tantangan lainnya.

RelatedPosts

Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain

ASEAN Pushes Myanmar Peace Process

ABAC Calls for Open Trade and AI-Led Growth Across Asia-Pacific

“Korea, dengan teknologi produksi dan kapasitas manufaktur terbaik dunia di industri utama, seperti cip, baterai yang dapat diiisi ulang, dan industri bio, akan secara aktif mengambil bagian dalam membangun rantai pasok dengan negara-negara Asia,” katanya saat membuka Pertemuan Tahunan Ke-56 ADB di Incheon, Korea Selatan, Rabu (3/5).

Dikatakan, Korsel akan berbagi pengalaman pertumbuhan dengan negara-negara anggota di kawasan, dan secara aktif melakukan diplomasi kontribusi, khususnya di bidang-bidang seperti perubahan iklim dan kesenjangan digital.

Pertemuan ADB di Korsel kali ini dilakukan dengan tatap muka skala penuh sekaligus menjadi yang digelar pertama kali sejak pandemi. Dia mengatakan Korsel akan menjadikan ‘Pusat Teknologi Iklim’ yang didirikan bersama dengan ADB, menjadi platform di mana pemerintah dan perusahaan swasta berbagi teknologi, pengetahuan, dan jaringan serta sektor publik dan swasta memecahkan masalah bersama-sama.

Yoon menekankan bahwa rencana tersebut didasarkan pada strategi Indo-Pasifik pemerintahannya, yang diumumkan selama KTT ASEAN November tahun lalu.

Sebagai cetak biru kebijakan luar negeri regional pertama Korea, strategi Indo-Pasifik berupaya memperluas batas-batas diplomatik negara itu di kawasan, termasuk Asia Tenggara dan Oseania.

Menurutnya, konflik geopolitik, perang Ukraina, berpadu dengan fragmentasi rantai pasok global akibat penyebaran proteksionisme, menjadi tantangan baru.

“Namun, saya percaya bahwa Asia dapat secara efektif menanggapi tantangan ini melalui kerja sama, mengingat kawasan ini terdiri atas negara-negara dengan sumber daya mineral yang melimpah, kapasitas produksi yang luar biasa, teknologi mutakhir, dan tenaga kerja yang sangat terampil.” (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikIndustri BateraiKorea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.