• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Energi di Asia Meluas, Usai China Kini Giliran India

by Redaksi Asiatoday
October 4, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Rp1.628 Triliun, Kanada Sasar Negara Asia

Kota Mumbai, India. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis energi yang terjadi di kawasan Asia mulai meluas. Setelah China, krisis energi kini melanda India.

India menghadapi ancaman krisis energi di tengah menurunnya pasokan batubara ke negara itu yang disebabkan oleh produksi batubara internasional yang turun drastis pada 2021. Krisis ini belum pernah dihadapi negara itu sejak empat tahun terakhir. Batubara menjadi bahan baku energi terbesar untuk negara itu mencapai 70 persen dibandingkan dengan pembangkit lainnya.

Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan tambang milik negara Coal India Ltd telah mengerahkan lebih banyak pasokan kepada utilitas domestik. Perusahaan juga mengurangi pengiriman ke konsumen lain termasuk pada pabrik aluminium, semen dan baja.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Di sisi lain untuk mengurangi tekanan krisis, pemerintah India memutuskan untuk membeli batubara Australia yang telah terdampar di pelabuhan China sejak tahun lalu. Bahan bakar tersebut dibeli dengan potongan harga antara US$12 hingga US$15 per ton untuk pengiriman baru dari Australia. Harga ini merupakan yang paling murah untuk batubara thermal dari Negeri Kanguru tersebut.

“Pembuat semen India dan pabrik besi spons termasuk di antara pembeli yang menggunakan pasokan untuk menjembatani kekurangan domestik,” tulis Bloomberg, dikutip Senin (4/10/2021).

Sejumlah perusahaan India telah membeli hampir 2 juta ton batubara termal Australia yang telah disimpan di gudang-gudang di pelabuhan-pelabuhan China.

Selain India, China telah lebih dulu mengalami krisis energi seiring pemulihan ekonomi dan menghidupkan kembali pabrik-pabrik. Pasalnya, pemulihan ini juga menuntut permintaan daya listrik yang lebih tinggi. Meski masih dirundung kekurangan bahan bakar untuk pembangkit, China bersikukuh untuk tidak menggunakan yang telah dikirim Australia ke negara tersebut. Kondisi ini menggambarkan bagaimana ketegangan yang telah terjadi di antara keduanya.

Perselisihan antara China dan Australia telah membuat 70 kapal dan 1.400 pelaut menunggu untuk menurunkan kargo mereka di luar pelabuhan China sejak bulan Januari. Sebagian besar kapal kemudian menurunkan muatannya atau dialihkan ke tujuan lain. (ATN)

Tags: Asia EnergyBatubaraKrisis Energi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.