• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Krisis Iklim Mengancam Stabilitas Ekonomi Negara-negara Mediterania

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dampak Krisis Iklim, Produksi Pertanian di Italia Turun Drastis

Kondisi dasar sungai yang mengering di Turin, Italia, saat gelombang panas menyapu negara itu. Foto Xinhua

ASIATODAY.ID, ROMA – Negara-negara Mediterania menghadapi situasi mengkhawatirkan akibat krisis iklim

Presiden Italia dan rekan-rekannya di lima negara Eropa menuntut langkah cepat dalam mengatasi krisis iklim, menyusul gelombang panas yang menghanguskan, munculnya kebakaran hutan, hingga banjir.

Saat ini, muncul kekhawatiran musim panas yang ekstrem di Eropa selatan akan merugikan industri pariwisata dan juga panen – dua sektor andalan bagi ekonomi kawasan itu.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

“Fenomena alam ekstrem menghancurkan ekosistem dan mengancam kehidupan kita sehari-hari, cara hidup kita,” demikian pernyataan yang ditandatangani oleh Presiden Italia Sergio Mattarella dan rekan-rekannya di Yunani, Kroasia, Slovenia, Malta, dan Portugal.

Sebagian besar wilayah Mediterania dilanda gelombang panas yang hebat bulan lalu. Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api mematikan di wilayah yang membentang dari Aljazair hingga Turki.

“Tidak ada lagi waktu untuk disia-siakan, tidak ada lagi waktu untuk berkompromi karena alasan politik atau ekonomi,” kata Presiden Mattarella dalam pernyataan tersebut. Pernyataan tersebut menambahkan wilayah Mediterania sangat rentan terhadap risiko kekurangan air dan penggurunan.

Inisiatif ini didorong oleh panggilan telepon antara Mattarella dan Presiden Yunani Katerina Sakellaropoulou. Kemudian diperluas ke anggota lain dari Grup Arraiolos presiden non-eksekutif dari negara-negara anggota Uni Eropa.

“Semua negara Mediterania harus berkoordinasi dan bereaksi, terlibat dalam upaya kolektif untuk menghentikan dan membalikkan dampak krisis iklim,” tambah pernyataan itu.

Presiden di Italia berperan dalam menyelesaikan krisis politik dan cenderung berbicara secara luas tentang masalah sosial yang lebih luas, sambil menghindari posisi partisan.

Pernyataan pada Kamis, 3 Agustus 2023, membunyikan alarm, tetapi tidak mengusulkan solusi konkret untuk mencoba menangani masalah tersebut.

Menurut dokumen pemerintah yang dilihat Reuters bulan lalu, Italia diharapkan perlu berinvestasi lebih banyak dan meningkatkan upaya untuk memenuhi target Uni Eropa 2030 untuk menurunkan emisi karbon. Pemerintah Italia tidak segera mengomentari pernyataan presiden tersebut. (Reuters)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Gelombang PanasKrisis Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.