• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lautnya Diinvasi, Filipina Layangkan Protes Diplomatik ke China

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Filipina Kerahkan Kapal dan Pesawat Evakuasi Warganya dari Irak dan Iran

Negeri Filipina. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Filipina melayangkan protes diplomatik kepada Pemerintah China setelah ratusan kapal ikan China terlihat di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Menyitat Bloomberg, Senin (22/3/2021), sekitar 220 kapal ikan berbendera China terlihat tertambat dalam antrean di Whitsun Reef di Laut China Selatan pada 7 Maret 2021. Hal itu disampaikan satuan tugas pemerintah Filipina yang mengawasi laut yang disengketakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Area yang dijuluki Juan Felipe ini merupakan area berkarang besar dan dangkal berbentuk bumerang yang berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Keberadaan kapal ikan tersebut menjadi kekhawatiran karena kemungkinan adanya penangkapan ikan berlebihan dan kerusakan lingkungan laut, serta risiko keselamatan navigasi.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

“Kami menyerukan kepada China untuk menghentikan invasi ini dan segera menarik kembali kapal-kapal yang melanggar hak maritim kami dan melanggar batas wilayah kedaulatan kami,” tegas Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan.

“Kami berkomitmen untuk menegakkan hak kedaulatan kami,” lanjutnya.

China dan Filipina sama-sama memiliki klaim yang tumpang tindih di Laut China Selatan yang kaya sumber daya. Pada Januari, Filipina mengajukan protes diplomatik terhadap kebijakan China yang memberikan kebebasan kepada penjaga pantainya untuk menembaki kapal asing.

“Sebuah protes diplomatik dikirimkan malam ini,” kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin di Twitter pada Minggu malam. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.