• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lawan LGBT, Malaysia Sita Ratusan Jam Tangan Swatch

by Redaksi Asiatoday
May 24, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Malaysia: AUKUS Berpotensi Memicu Instabilitas di Kawasan Indo Pasifik

Negeri Malaysia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Malayasia menyita ratusan jam tangan merek Swatch. Tindakan itu dilakukan karena jam tangan asal Swiss itu dianggap mengkampanyekan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Melansir Associated Press, Rabu (24/5/2023), pihak berwenang Malaysia menyita 164 jam tangan Swatch dari Pride Collection. Aksi penggerebakan toko dan penyitaan jam itu dilakukan pada 13 dan 14 Mei lalu.

Jam tangan Pride Collection dari Swatch dinilai memiliki konotasi dengan kampanye LGBT. Jam tangan itu hadir dalam enam pilihan warna, yang mirip dengan bendera kampanye LGBT. Selain itu, jam tangan itu memiliki dua lingkaran pelangi di tali pengikatnya.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

“Kami sangat menentang bahwa koleksi jam tangan kami yang menggunakan warna pelangi dan memiliki pesan kedamaian dan cinta dapat berbahaya bagi siapa pun,” kata CEO Swatch Group Nick Hayek Jr.

Menurutunya, Swatch selalu mengedepankan pesan positif tentang kegembiraan dalam hidup.

“Ini bukan politik. Kami bertanya-tanya bagaimana Divisi Regulasi dan Penegakan Kemendagri Malaysia akan menyita banyak pelangi alam yang indah yang muncul seribu kali setahun di langit Malaysia,” katanya.

Malaysia yang penduduknya mayoritas Muslim memang menentang hubungan sesama jenis. Baru-baru ini, oposisi Partai Islam Pan-Malaysia menolak konser grup band asal Inggris, Coldplay. Penolakan itu karena Coldplay dianggap mendukung LGBT.

Mendagri Malaysia Saifuddin Nasution mengatakan, dia sedang menunggu laporan lengkap tentang masalah tersebut. Sementara, pihak Swatch mengatakan bahwa mereka kembali menjual jam tangan Pride Collection dan bagian hukum sedang menyelidiki penyitaan tersebut. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: LGBTMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.