• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ledakan di Guinea Ekuatorial, Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Terluka

by Redaksi Asiatoday
March 8, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ledakan di Guinea Ekuatorial, Puluhan Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Ledakan di Guinea Ekuatorial, Afrika. Ist

ASIATODAY.ID, OUAGADOUGOU – Insiden ledakan di barak militer di Guinea Ekuatorial mengakibatkan 15 orang tewas dan melukai lebih dari 400 orang lainnya pada Minggu (7/3/2021).

Presiden Teodoro Obiang Nguema mengatakan ledakan itu disebabkan oleh “kelalaian penanganan dinamit” di barak militer yang terletak di lingkungan Mondong Nkuantoma di Bata. Ledakan terjadi pada jam 4 sore waktu setempat.

“Dampak ledakan tersebut menyebabkan kerusakan di hampir semua rumah dan bangunan di Bata,” kata presiden dalam keterangannya yang berbahasa Spanyol yang disiarkan Televisi pemerintah TVGE.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Guinea Ekuatorial, satu negara kecil di Afrika Barat dengan penduduk 1,3 juta orang yang terletak di selatan Kamerun, adalah koloni Spanyol sampai memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1968.

Pejabat kesehatan mengatakan bahwa mereka yakin ada orang yang hilang di gedung yang rusak akibat ledakan itu.

Ada beberapa ketidaksesuaian dengan jumlah korban tewas, saat TVGE melaporkan 20 orang tewas, tweet Kementerian Kesehatan menyatakan 17 orang tewas dan pernyataan presiden menyebutkan 15 orang.

Televisi pemerintah menayangkan gumpalan besar asap mengepul di atas lokasi ledakan saat kerumunan orang melarikan diri, dengan banyak orang berteriak “kami tidak tahu apa yang terjadi, tetapi semuanya hancur.”

Kementerian Kesehatan memanggil para donor darah dan tenaga kesehatan sukarela untuk pergi ke Rumah Sakit Daerah de Bata, salah satu dari tiga rumah sakit yang merawat korban luka. (ATN)

Tags: AfrikaGuinea
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.