• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

LG dan Foxconn Siap Masuk Kawasan Industri Batang

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
LG dan Foxconn Siap Masuk Kawasan Industri Batang 1

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Jokowi saat meresmikan dimulainya tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi, Rabu (08/06/2022), di KITB, Batang, Jateng. Foto: BPMI Setpres

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Bdan oordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pada tahap kedua produsen baterai kendaraan listrik seperti LG dari Korea Selatan dan Foxconn dari Taiwan siap masuk di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

“Kita masuk di tahap kedua, dimana 1.000 hektar tahap kedua ini akan diisi LG kurang lebih 275 hektar, kemudian Foxcon juga masuk di tahap kedua. Dan yang ketiga Insyaallah kalau dari Amerika masuk, tempatnya juga Insyaallah di sini,” kata Bahlil dalam seremoni Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kabupaten Batang, Rabu (8/6/2022).

BKPM menargetkan pada akhir 2023 atau menjelang 2024, KIT Batang telah terisi minimal 50 persen dari 4.300 hektar.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Pada tahap pertama, semua lahan KIT Batang seluas 450 hektar habis terjual dalam waktu kurang lebih 1 tahun 6 bulan.

“Kawasan yang dulunya hutan belantara, kebun tebu dan kebun karet, Alhamdulillah tahap pertama sudah seperti ini dan semua 450 hektar tahap pertama sudah laku terjual habis,” jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, hal ini terwujud berkat adanya kolaborasi yang kuat antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPUR) dan Kementerian Investasi/BKPM, serta kolaborasi yang sehat antar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah.

Bahlil berharap, baik pemerintah pusat maupun daerah tetap kompak agar target realisasi investasi berikutnya bisa tercapai.

“Semoga ini tetap kompak terus agar realisasi investasi berikutnya bisa terpenuh untuk ke depan,” ungkapnya.

Banyak Negara Belum Ikhlas

Pada kesempatan itu, Bahlil juga mengungkapkan bahwa sebagian besar negara belum ikhlas jika Indonesia menjadi negara industri baterai mobil listrik.

“Kelihatannya negara-negara tetangga kita sebagian belum ikhlas kalau Indonesia ini menjadi negara industri baterai mobil karena banyak sekali pencak silatnya,” jelasnya.

Namun, pemerintah Korea Selatan melalui LG telah bersepakat untuk membangun industri baterai mobil listrik di Indonesia sejak 2020.

“Hari ini sudah kita lakukan tahap kedua, dimana investasi sebesar USD9,8 miliar,” ungkapnya.

Dia menjamin kerja sama bisnis bersama LG akan sangat transparan karena melibatkan beberapa pihak seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menurut Bahlil, investasi hilirisasi yang dilakukan LG akan memberikan nilai tambah kepada perekonomian Indonesia sebesar USD5,18 miliar. Proyek ini disebutkan menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja, khusus untuk pabrik baterai mobil listrik saja.

“Dampak ekonominya setiap tahun sebesar USD5,18 miliar dari total investasi USD9,8 miliar dengan total lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 20.000 lapangan pekerjaan, khusus untuk pabrik baterai mobil bukan untuk Kawasan Industri Terpadu Batang ini,” tandas Bahlil. (ATN)

Tags: Industri BateraiInvestasi BateraiKawasan Industri Terpadu Batang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.