• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Maksimalkan Energi Hijau, PLN Ujicoba Konversi Dua PLTD di Kaltim ke CPO

by Redaksi Asiatoday
August 7, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maksimalkan Energi Hijau, PLN Ujicoba Konversi Dua PLTD di Kaltim ke CPO

ASIATODAY.ID, BALIKPAPAN – PT Perusahaan Listrik Negara (persero) terus mencari terobosan dalam rangka memaksimalkan penerapan dan penggunaan energi hijau (green energy).

Setidaknya, ada beberapa skema yang akan diterapkan dalam inovasi itu. Pertama, dukungan melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan EBT. Kedua, penggunaan teknologi rendah karbon seperti pembangkit USD, Fuel switching (pengalihan BBM ke Gas pada PLTG/GU/MG dan penggunaan campuran biofuel pada PLTD), serta upaya efisiensi pembangkit (CCGT, COgen, Classs H Gas Turbine).

Yang terbaru, PLN mulai mengimplementasikan peralihan penggunaan crude palm oil atau (CPO) 100% pada 2 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Kanaan yang terletak di Bontang, Kalimantan Timur dengan kapasitas 10 MW serta PLTD Batakan di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan kapasitas 40 MW.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Direktur Pengadaan strategis II PT PLN Djoko Raharjo Abumanan, hal itu dilakukan setelah PLTD dengan bahan bakar nabati berbasis 100% minyak kelapa sawit atau CPO milik PLN yang berada di Belitung juga telah berhasil dilakukan pengujian.

“Proses modifikasi cukup rumit dilakukan karena sifat bahan bakar fosil yang berbeda dengan cpo yang merupakan bahan nabati. Selain itu, suplai CPO dari sejumlah produsen masih terbatas,” ujarnya, Selasa (6/8/2019).

Djoko mengungkapkan, PLN selama ini masih memprioritaskan sumber energi untuk pembangkit dengan mengoptimalkan penggunaan energi yang berasal dari dalam negeri, seperti batubara dan gas, selain itu juga memperhatikan ketersediaan pasokan dan harga keekonomian. Namun, modifikasi ini perlu dilakukan untuk memberikan nilai tambah yakni energi bersih di samping mengurangi impor BBM.

Saat ini harga High Speed Diesel (HSD) yang terbilang mahal dengan kisaran harga bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000 lebih. Sedangkan untuk Marine Fuel Oil (MFO) bisa terbilang lebih murah dengan kisaran 0,65% hingga 0,85% dari harga HSD.

“Apalagi CPO itu non impor, petaninya dari petani sawit jadi menjaga kearifan lokal. Uji coba modifikasi peralatan sudah oke. Mofidikasi pembangkit PLTD ke CPO perubahan itu menurut saya oke secara lingkungan,” tambahnya.

Setelah Belitung dan Kalimantan Timur, PLN akan melanjutkan dengan proyek percontohan lainnya di PLTD Suppa di Pare-Pare, Sulawesi Selatan dengan kapasitas 62 MW, serta pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Jayapura Papua dengan kapasitas 10 MW.

Dia memperhitungkan selama ini keempat pembangkit tersebut membutuhkan kapasitas 190.000 kiloliter diesel per tahunnya. Sehingga, langkah konversi ini bisa mengurangi penggunaan diesel sebanyak itu setiap tahunnya.

“Biaya-biaya yang timbul untuk pengujian dapat diambil dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),” imbuhnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Energi HijauPLTD
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.