• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Masa Depan Energi Indonesia Bergantung Pada Energi Terbarukan

by Redaksi Asiatoday
March 3, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Masa Depan Energi Indonesia Bergantung Pada Energi Terbarukan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat berbicara di Jakarta Energy Forum 2020. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kembali menegaskan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia menjadi jadi modal berharga untuk mewujudkan kemandirian energi di masa mendatang. Untuk mencapai itu, dibutuhkan berbagai inovasi.

“Kita punya sumber energi terbarukan yang melimpah. Tantangan kita, bagaimana bisa menghasilkan kecukupan energi. Selama ini kita masih mengambil dari sumber-sumber yang konvensional, batubara dan fosil. Makin ke depan, sumber ini akan menipis,” kata Arifin saat membuka Jakarta Energy Forum 2020 di The Opus Grand Ballroom Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (2/3/2020) sebagaimana keterangan tertulis.

Melalui forum ini, Arifin mendorong kesungguhan dan keseriusan semua pihak untuk mengembangkan potensi energi lokal yang ramah lingkungan. Pemanfaatan energi lokal diyakini mampu menciptakan kemandirian energi di masa mendatang.

RelatedPosts

INPEX Advances Indonesia’s Energy Future with Abadi Masela LNG Partnership

Indonesia Launches US$20.9 Billion Abadi LNG Megaproject

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

“Apabila program ini berjalan, kita bisa memotong volume impor dan biaya-biaya logistik,” jelas Arifin.

Menurut Arifin, tingginya angka impor saat ini, menyebabkan neraca perdagangan Indonesia masih defisit. Pada tahun 2018, total impor mencapai USD22 miliar lantaran tidak adanya keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan.

Arifin mengungkapkan, melalui kebijakan yang tepat, berani, dan agresif, yaitu dengan mengkonversikan BBM ke bioenergi, Indonesia berhasil menurunkan angka impornya menjadi USD19 miliar.

“Angka (selisih) USD3 miliar itu signifikan perubahannya,” tambah Arifin.

Guna memperbaiki lingkungan, Arifin menegaskan, sudah saatnya Indonesia beralih pada pengembangan EBT. Ia pun mencontohkan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki kadar emisinya di atas 40 persen. Hal ini mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat.

“Di ASEAN, kadar emisi Jakarta paling tinggi, maka dari itu memang energi dari matahari betul-betul kita galakkan dan intensifkan, kita mempunyai lapangan bagaimana ini atap-atap rumah, atap gudang bisa dipasang panel-panel untuk ke depannya,” tandas Arifin. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Energi Baru TerbarukanEnergi HijauJakarta Energy Forum 2020Kedaulatan EnergiKESDM
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Switzerland Alliance Targets Global Mineral Supply Chain Transformation
  • INPEX Advances Indonesia’s Energy Future with Abadi Masela LNG Partnership
  • Indonesia Launches US$20.9 Billion Abadi LNG Megaproject
  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.