ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bagaimana jadinya kalau disetiap Jalan Tol di republik ini menawarkan sudut pemandangan dengan corak ragam budaya dan Keanekaragaman hayati di Indonesia?
Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi bertajuk Pengelolaan Jalan Tol Berkelanjutan di Jakarta, Jumat kemarin.
Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo memamdang, jalan tol seharusnya bisa menjadi display atau ruang pamer keragaman budaya Indonesia selain fungsi utamanya untuk mendukung kelancaran, keamanan, dan kenyamanan transportasi.
“Kita punya keragaman budaya luar biasa, beda dengan negara yang lain. Keragaman hayati kita juga melebihi negara lain di dunia. Saya bayangkan kalau jalan tol jadi display utama. Daerah sini, bisa memamerkan keragaman hayati apa. Tentu akan menarik,” ujarnya.
Menurut Imam, dengan memamerkan keragaman budaya dan hayati seperti itu, maka jalan tol di Indonesia akan tampak unik dan menarik.
Selain memamerkan budaya dan keragaman hayati, jalan tol juga dapat memberikan pengalaman kuliner yang menarik, sesuai dengan ciri khas daerah.
Ia berharap oleh-oleh yang dijajakan bisa dikemas dengan merek menarik, tidak seragam tapi tetap memiliki ciri khas daerah.
“Jangan semua McDonald’s, apa artinya jalan tol di Amerika dengan jalan tol di Indonesia?” sentilnya.
Imam memahami meski fungsinya sebagai pelengkap, hal-hal yang ia kemukakan itu memiliki fungsi lain jalan tol yang membuatnya unik dan menarik, terutama bagi wisatawan.
“Jadi banyak fungsinya. Demonstration effect dari jalan tol ini luar biasa. Semua orang lewat situ, dari yang sederhana sampai yang paling elit. Karena efeknya luar biasa, maka harus dikelola biar jadi display nasional,” imbuhnya. (AT Network)
,’;\;\’\’
