• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Menteri Susi Larang Keras Tangkap Ikan Pakai Cantrang?

by Redaksi Asiatoday
September 17, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Menteri Susi Larang Keras Tangkap Ikan Pakai Cantrang?

Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti akan menertibkan kembali kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang dengan ukuran besar. Selain merusak ekosistem laut, alat tangkap ikan seperti itu bisa menurunkan produktivitas sumber daya laut Indonesia.

Menurut Susi, penggunaan cantrang pada kapal besar bisa mengurangi produktivitas ikan karena pengambilannya langsung tanpa memilih ikan mana yang layak dipanen dan mana yang masih bibit.

“Kita harus menghindari ekstraktion agar menjadi produktif. Kalau ekstraktif akan habis ikan lautnya,” terang Susi di Forum Rakornas Satgas Ilegal Fishing di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

Sama juga seperti penangkapan bibit lobster. Ada jutaan bibit lobster yang ditangkap dengan menggunakan jaring besar sebelum waktunya untuk dijual ke pasaran.

Padahal jika menggunakan alat tangkap yang normal, lobster ini bisa dipelihara hingga besar sehingga ketika dijual atau diekspor menghasilkan nilai yang lebih tinggi lagi.

“Begitupun di darat bibit lobster ditangkap, ini ekstraktif jutaan lobster ditangkap. Sementara itu nilai value kalau dilaut gede-gede 5 juta menjadi tidak ada lagi,” jelasnya.

Menteri Susi berpesan agar kedaulatan sumber daya laut Indonesia harus dijaga. Jangan sampai ketika Menteri di ganti, para pencuri ikan asing ini kembali bisa bebas berkeliaran di Indonesia.

Selain itu lanjut Susi, dirinya juga berpesan agar produktifitas dari sumber daya laut Indonesia harus ditingkatkan sehingga nilai value produk kelautan Indonesia bisa terus meningkat.

“Kalau ini tidak dilakukan, apa yang kita lakukan selama lima tahun akan kembali ke lingkaran nol lagi,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Konservasi LautLaut IndonesiaPerikanan BerkelanjutanSusi Pudji Astuti
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.