• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mengharukan, Inggris Segera Keluar dari Uni Eropa

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengharukan, Inggris Segera Keluar dari Uni Eropa

Sidang parlemen Uni Eropa mendukung brexit Inggris. ist

ASIATODAY.ID, BRUSSELS – Parlemen Eropa memberikan dukungan kesepakatan Brexit dalam pemungutan suara mencapai 621 suara, sedangkan 49 lainnya menolak. Hasil ini mempercepat langkah Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada Jumat 31 Januari.

Setelah debat emosional yang berlangsung lebih dari dua jam, anggota parlemen bergandengan tangan setelah pemungutan suara. Mereka menyanyikan lagu perpisahan untuk Inggris.

Kesepakatan ini akan dibawa ke Dewan Eropa, yang kemungkinan akan memberikan persetujuan pada Kamis. Presiden Parlemen Eropa David Sassoli mengatakan bahwa ikatan yang kuat akan tetap dengan Inggris.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Kami berdiri bahu-membahu di Parlemen Eropa. Lima puluh tahun integrasi tidak dapat hilang dengan mudah,” kata Sassoli, melansir Euronews, Kamis (30/01/2020).

Membuka debat, Guy Verhofstadt, pemimpin Aliansi Liberal dan Demokrat untuk Eropa, memberikan penghormatan kepada Inggris. ”Kolega Inggris kami -,atau setidaknya sebagian besar dari mereka. Atas nama semua kami. Kami akan merindukan kalian,” ujar Verhofstadt.

“Sungguh menyedihkan melihat sebuah negara yang dua kali membebaskan kita pergi. Yang dua kali telah memberikan darahnya untuk membebaskan Eropa,” kata Verhofstadt, merujuk pada peran Inggris dalam Perang Dunia Pertama dan Kedua.

Verhofstadt mengatakan bahwa Brexit telah menyoroti pertanyaan kunci: Bagaimana mungkin bahwa lebih dari 40 tahun setelah mayoritas orang Inggris memilih untuk bergabung dengan UE, rakyat Inggris telah memutuskan untuk pergi.

Presiden Komisi Eropa yang baru, Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa Perjanjian Penarikan adalah “hanya langkah pertama”.

“Saya ingin Uni Eropa dan Inggris tetap menjadi teman baik dan mitra yang baik,” tegas Von der Leyen.

Von der Leyen mengingatkan, bagaimanapun, pada negosiasi yang akan datang, Inggris harus berkomitmen untuk menegakkan standar UE tentang lingkungan dan hak-hak pekerja.

Dalam pidatonya, Nigel Farage, pemimpin Partai Brexit, mengatakan bahwa ia berharap Inggris meninggalkan Uni Eropa akan menjadi awal dari akhir blok.

“Kami mencintai Eropa, kami hanya membenci Uni Eropa. Saya harap ini memulai akhir dari proyek ini. Ini memberi orang kekuatan tanpa akuntabilitas,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: BrexitInggrisUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.