• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Menkominfo Paparkan Inovasi Digital Indonesia di World Economic Forum 

by Redaksi Asiatoday
January 23, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menkominfo Paparkan Inovasi Digital Indonesia di World Economic Forum 

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomimfo) Republik Indonesia Johnny G Plate akan menjadi pembicara pada forum diskusi bertema ‘Spotlight On Indonesia Unicorns And Digital Economy Advancement: The Big Picture‘ yang digelar pada hari kedua pelaksanaan World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss.

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta,  Kamis (23/01/2020), dijelaskan bahwa di forum tersebut, Johnny akan memaparkan inovasi teknologi digital utamanya terkait dengan perkembangan startup, unicorn, dan decacorn di Indonesia. Sebab, Indonesia kini menjadi pasar potensial untuk pertumbuhan startup, selaras dengan laporan Startup Ranking.

Menurut laporan tersebut, Indonesia menduduki peringkat kelima dari daftar negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, meski tidak lebih besar dari Amerika Serikat, India dan Kanada. Selama tahun 2019, Startup Ranking mencatat Indonesia memiliki sebanyak 2193 perusahaan rintisan.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Selain kuantitas, Johnny juga akan memaparkan bahwa startup asal Indonesia memiliki kualitas baik. Pemaparan ini akan didukung oleh kehadiran empat unicorn, yaitu startup dengan valuasi lebih dari USD1 miliar (Rp13,6 triliun) dan satu decacorn, bernilai lebih dari USD10 miliar (Rp136,5 triliun).

Tidak hanya besar di Tanah Air, startup asal Indonesia juga telah besar di sejumlah negara lain di wilayah Asia Tenggara. Startup tersebut adalah Gojek dengan valuasi USD11 miliar, Tokopedia USD7 miliar, Traveloka USD4,5 miliar, OVO USD2,9 miliar, dan Bukalapak USD12 miliar.

Selain itu, juga dalam acara tersebut, Johnny akan memaparkan pengalaman pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi dan mengakselerasi pertumbuhan pelaku usaha di ranah digital itu. Dukungan pada tahap disampaikan pemerintah melalui program Gerakan 1000 Startup yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dan pada tahap selanjutnya, dukungan pemerintah diwujudkan melalui program Nexticorn. Program ini bertujuan untuk mencari startup potensial guna memperoleh pendanaan seri B. Dan di tahap tertinggi, dukungan pemerintah diwujudkan melalui instrumen pengembangan sumber daya manusia pendukung, regulasi, dan infrastruktur.

Masih diarena diskusi WEF ini, Johnny akan memaparkan rincian program yang telah digelar pemerintah untuk memberikan dukungan kepada tumbuhnya ekosistem ekonomi digital, termasuk jaringan tulang punggung atau backbone Palapa Ring sepanjang 348.416 kilometer.

Pemerintah juga mengelola enam satelit dan tengah mempersiapkan dua satelit baru, serta pendirian Base Station Transceiver (BTS) baru di wilayah tanpa jaringan atau blank spot di sebanyak 116.982 lokasi hingga kuartal tiga 2019.

Selain itu, Kominfo juga telah menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship yang telah menjangkau puluhan ribu orang penerima beasiswa, serta program Digital Leadership Academy untuk mendorong keterampilan digital level lebih tinggi.

Pertemuan Penting

Selain menjadi pembicara, Menkomimfo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pejabat diantaranya, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Kerajaan Arab Saudi (Abdullah Alswaha), CEO Youtube (Susan Wojcicki), CEO Google Cloud (Thomas Kurian), Presiden Google Asia Pacific (Scott Beaumont), Presiden Qualcomm (Cristiano R Amon), dan lain-lain.

Bahkan, Menkominfo juga akan berdiskusi empat mata dengan Profesor Klaus Schwab (Pendiri dan Executive Chairman WEF) sendiri. Profesor Klaus Schwab juga dikenal dengan bukunya, The Fourth Industrial Revolution. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Diplomasi DigitalEkonomi DigitalKemenkominfoStartup IndonesiaTransformasi DigitalUnicornWEF 2020World Economic Forum
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.