• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mesir Bertekad Cegah Revolusi 2011 tak Terulang

by Redaksi Asiatoday
October 10, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mesir Bertekad Cegah Revolusi 2011 tak Terulang

ASIATODAY.ID, KAIRO – Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouli menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan pengunjuk rasa menyebarkan “kekacauan” ditengah gelombang protes yang menentang kepemimpinan Presiden Abdel Fattah al-Sisi.

Dilansir dari AFP, Kamis (10/10/2019), Mostafa menegaskan akan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah terulangnya peristiwa kelam di masa lalu.

Aksi protes menentang Sisi terjadi sejak 20 September, yang dipicu kemunculan sejumlah video milik Mohamed Ali. Ia adalah mantan kontraktor militer yang tinggal terasing di Spanyol.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Ali menuduh Sisi telah menghambur-hamburkan uang negara untuk hidup mewah, sementara sebagian warga Mesir hidup menderita. Sisi membantah tudingan tersebut, dan menyebutnya sebagai sebuah “kebohongan.”

Dalam sebuah sesi di parlemen, PM Madbouli mengecam keras gelombang protes yang dinilainya sebagai bagian dari “perang brutal.” Ia menilai aksi protes ini didesain pihak tertentu untuk menciptakan “kebingungan” di tengah masyarakat Mesir.

“Masyarakat Mesir tidak akan membiarkan skenario kekacauan terulang lagi,” tegas PM Madbouli, merujuk pada revolusi 2011 yang menggulingkan diktator Hosni Mubarak.

Merespons gelombang protes ini, otoritas Mesir telah menangkap sekitar 3.000 orang dalam tiga pekan terakhir. Mereka yang ditangkap meliputi akademisi, aktivis dan pengacara.

Sejumlah grup hak asasi manusia menyebut rangkaian penangkapan ini adalah salah satu langkah terburuk Pemerintah Mesir sejak Sisi berkuasa pada 2014. Namun PM Madbouli berkukuh pemerintah masih bertindak di dalam jalur hukum.

“Saya mengapresiasi para polisi Mesir yang mengatasi masalah ini dengan cepat. Kita semua tidak mendengar adanya masalah besar dalam isu ini,” tutur PM Madbouli dengan suara lantang, yang disambut gemuruh tepuk tangan anggota parlemen.

Mesir telah meloloskan undang-undang anti-protes usai Sisi memimpin pemberontakan militer yang berujung pada tumbangnya presiden Mohamed Morsi pada 2013. Lewat UU tersebut, Sisi telah melakukan banyak penangkapan dan penahanan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: MesirRevolusiRevolusi Mesir
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.