• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Mewaspadai Bencana Geo Hidrometeorologi di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
August 1, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
NTT Dilanda Siklon Tropis Seroja, Perubahan Iklim Jadi Ancaman Nyata di Indonesia

Pergerakan Siklon Tropis Seroja di Indonesia. Dok BMKG

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi ancaman risiko bencana geo-hidrometeorologi.

Hal tersebut tidak lepas dari fenomena cuaca, iklim, dan tektonik di Indonesia yang semakin dinamis, kompleks, tidak pasti, dan ekstrem.

Indonesia berada dalam kepungan lempeng-lempeng tektonik aktif dan dikelilingi oleh cincin api.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Dwikorita mengungkapkan hal itu di hadapan ratusan mahasiswa, taruna, dan praja dalam forum Kaderisasi Nasional V Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI), Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Kegiatan yang digelar secara virtual ini diikuti kurang lebih 117 delegasi dari 45 perguruan tinggi kedinasan (PTK) seluruh Indonesia dengan tuan rumah, yakni Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG).

Berdasarkan data, jumlah kejadian bencana hidrometeorologi meningkat signifikan setiap tahunnya.

Dwikorita mencontohkan, gempa bumi pada kurun waktu 2008-2016 rata-rata 5.000-6.000 kali dalam setahun. Pada 2017, jumlahnya meningkat menjadi 7.169 kali dan pada 2019 naik signifikan menjadi lebih dari 11.500 kali.

“Saat ini BMKG terus bekerja keras membangun sistem peringatan dini multibencana. Tidak sendiri, tetapi BMKG bekerja sama dan berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Informasi Geospasial (BIG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan berbagai pemangku kepentingan lain,” paparnya.

“Kajian dan riset terus dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi high performance computing (HPC), artificial intelligence (AI) dan big data, serta melibatkan institusi penelitian, kerekayasaan, serta perguruan tinggi,” tambah dia.

Menurut Dwikorita, dengan kolaborasi yang solid antara BMKG dengan seluruh kementerian/lembaga/pemerintah daerah, maka risiko bencana akan makin dapat diminimalisasi.

Pada kesempatan tersebut Dwikorita juga mengajak para kader pemimpin masa depan dari Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia tetap terus mewujudkan kolaborasi, sinergi dan koneksitas, agar Indonesia lebih mampu beradaptasi dan memitigasi potensi bencana geo-hidrometeorologi. (ATN)

Tags: Bencana AlamBMKGHidrometalurgiPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.