• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Mewaspadai Hari-hari Terakhir Hutan di Planet Bumi

by Redaksi Asiatoday
January 13, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Indonesia Hentikan Pemberian Izin Baru Hutan Primer dan Lahan Gambut

Kerusakan Hutan Indonesia akibat pemberian izin secara serampangan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketika laju eksploitasi dan degradasi hutan tak lagi bisa dibendung, hari-hari terakhir belantara di planet bumi sudah di depan mata.

Lembaga konservasi World Wildlife Fund (WWF) mendengungkan bahwa lebih dari 43 juta hektare—area yang lebih besar dari Jerman—hutan telah hilang dalam lebih dari satu dekade hanya dalam beberapa titik deforestasi.

Petak hutan terus diratakan setiap tahun—terutama karena pertanian skala industri—karena daerah yang kaya keanekaragaman hayati ditebangi untuk menciptakan ruang bagi ternak dan tanaman.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Analisis WWF menemukan bahwa hanya 29 lokasi di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara yang bertanggung jawab atas lebih dari separuh hilangnya hutan global.

Amazon Brasil dan Cerrado, Amazon Bolivia, Paraguay, Argentina, Madagaskar, bersama dengan Sumatera dan Kalimantan di Indonesia dan Malaysia termasuk di antara yang terkena dampak paling parah.

Di wilayah Cerrado Brasil, rumah bagi 5 persen hewan dan tumbuhan di planet ini, lahan telah dibersihkan dengan cepat untuk produksi kedelai dan ternak, yang menyebabkan hilangnya 32,8 persen kawasan hutan 2004—2017.

Panel Antar-Pemerintah PBB tentang Perubahan Iklim mengeluarkan laporan terobosan tentang penggunaan lahan pada 2019, ketika ia menguraikan serangkaian trade-off yang membayangi dalam penggunaan lahan.

Pada tahun yang sama, panel keanekaragaman hayati PBB mengatakan bahwa 75 persen dari seluruh daratan di bumi telah “rusak parah” oleh aktivitas manusia.

Hutan adalah penyerap karbon yang sangat besar, bersama dengan vegetasi lain dan tanah yang menyedot sekitar sepertiga dari semua polusi karbon yang dihasilkan manusia setiap tahun. Namun, mereka terus menghilang dengan cepat, mengancam hilangnya keanekaragaman hayati penting Bumi yang tidak dapat diperbaiki.

Ketika spesies liar menemukan ruang hidup mereka semakin menyusut setiap tahun, risiko terulangnya penyakit zoonosis—seperti pandemi Covid-19—melompat ke manusia makin tinggi.

“Kita harus mengatasi konsumsi yang berlebihan dan memberikan nilai yang lebih besar pada kesehatan dan alam daripada penekanan yang berlebihan saat ini pada pertumbuhan ekonomi dan keuntungan finansial dengan segala cara,” kata Fran Raymond Price, Kepala Praktisi Hutan WWF International, dikutip dari AFP, Rabu (13/1/2021).

“Ini demi kepentingan terbaik umat manusia: risiko munculnya penyakit baru lebih tinggi di kawasan hutan tropis yang mengalami perubahan tata guna lahan.”

Price memperingatkan bahwa jika deforestasi tidak segera diatasi, “Kita bisa kehilangan kesempatan untuk membantu mencegah pandemi berikutnya.” (ATN)

Tags: Degradasi HutanHutan KalimantanKebakaran HutanKonservasi HutanSave EarthWWF
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.