• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mewaspadai Potensi Gempa Megatrust dan Tsunami di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mewaspadai Potensi Gempa Megatrust dan Tsunami di Indonesia

Bencana Tsunami. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan agar masyarakat Indonesia mewaspadai potensi gempa bumi megatrust dengan magnitudo 8,7 di Selatan Jawa, Selat Sunda dan Sumatera.

Gempa megatrust ini dikhawatirkan berpotensi memicu terjadinya tsunami. Demikian dikemukakan Widjo Kongko, Ahli Perekayasa di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai BRIN.

Menurut Widjo, gempa bumi dengan magnitudo 6,7 yang mengguncang Banten baru-baru ini menjadi penanda bahwa Indonesia termasuk wilayah yang rentan bencana gempa bumi dan tsunami.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Gempa yang terjadi di Banten ini mengingatkan adanya potensi ancaman di Selatan Jawa, Selat Sunda, Sumatera, dengan potensi Megatrustnya,” jelas Widjo dikutip dari laman brin.go.id, Senin (17/1/2022).

Widjo menjelaskan, potensi gempa bumi megatrust Selat Sunda bisa juga lebih tinggi dari yang diprediksikan selama ini. Hal itu ketika lepasnya bersamaan dengan segmentasi di atasnya yaitu megatrust Enggano dan di sebelah timurnya magatrust Jawa Barat-Tengah.

“Potensi yang demikian energinya mirip gempa bumi dan tsunami Aceh 2004. Namun, karena secara umum kedalaman laut di daerah sumber gempa lebih dalam dibandingkan dengan yang kejadian 2004, maka berdasar perhitungan model, secara saintifik tsunami yang terjadi bisa lebih tinggi dari Aceh,” ungkap Doktor yang pernah meneliti potensi gempa bumi megatrust dan tsunami di Selatan Jawa tersebut.

Meskipun demikian, Widjo mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun bersama dengan otoritas terkait dapat meningkatkan upaya mitigasi bencana.

“Di sisi hilir kita harus siapkan program mitigasi bencana yang diperlukan, diantaranya menyiapkan peta ancaman dan peta resiko detil di setiap daerah, memberikan edukasi bencana kepada masyarakat, menyiapkan tempat evakuasi yang layak, dan secara rutin melakukan simulasi menghadapi tsunami. Di sisi hulu, kajian mengenai gempa bumi dan tsunami perlu dilakukan secara terus-menerus,” imbuhnya.

Ditambahkan, beberapa hal yang penting adalah melihat karakteristik ancaman tsunami di Indonesia.

“Sumber tsunami di Indonesia umumnya sangat dekat yaitu sekitar 100 km dari lepas pantai, sehingga waktu perjalanannya sampai ke daratan terjadi sangat cepat,” papar Widjo.

Ia menekankan aspek mitigasi yang perlu dilakukan masyarakat tentang konsep evakuasi mandiri dan tidak terlalu mengandalkan teknologi yang ada saat ini.

Disamping itu, Widjo berharap, pembangunan InaTEWS yang selama ini telah berjalan, misalnya fasilitas Buoy OR-PPT BRIN yang telah di pasang di lepas pantai Bengkulu hingga Sumba dan saat ini masih berfungsi perlu dioptimalkan pemanfaatannya, agar dapat membantu masyarakat memperoleh peringatan dini tsunami secara lebih akurat melalui BMKG. (ATN)

Tags: BRINTsunami
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.