• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 23, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mike Pompeo: Sebagian Mahasiswa China di AS Jadi Spionase Komunis

by Redaksi Asiatoday
December 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pompeo: Partai Komunis China Predator di Sri Lanka

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mendesak perguruan tiinggi di AS untuk meneliti mahasiswa dan beasiswa China di negara itu karena sebagain bertujuan untuk mencuri inovasi dan terlibat kegiatan spionase.

Pompeo mengungkapkan hal itu saat bedpidato selama kunjungan ke Georgia, negara bagian dengan komunitas Asia-Amerika yang sedang tumbuh.

Negara bagian itu bulan depan akan mengadakan dua pemilihan putaran kedua yang akan menentukan partai mana yang mengontrol Senat AS.

RelatedPosts

Indonesia Deepens Defense Ties with Malaysia and Türkiye

Indonesia’s New Shenzhen Rises in Batang SEZ

Indonesia Eyes Global Food Powerhouse Status

Pompeo mengatakan bahwa AS harus menyambut orang China yang “benar-benar” ingin belajar di negara itu, tetapi menunjuk pada dua kasus pelajar China yang dituduh sebagai mata-mata dan contoh lain dari Beijing yang melecehkan mahasiswanya di luar negeri.

“Jika kita tidak mendidik diri kita sendiri, jika kita tidak jujur tentang apa yang terjadi, kita akan digurui oleh Beijing,” kata Pompeo dalam pidatonya di universitas Georgia Tech seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (10/12/2020).

“Partai Komunis China tahu tidak pernah bisa menandingi inovasi kita,” kata Pompeo.

“Karena itu, mereka mengirim 400.000 mahasiswa per tahun ke Amerika Serikat,” katanya.

Dia memperbarui seruan agar universitas AS menutup semua Institut Konfusius, lembaga yang didanai Beijing yang menawarkan pengajaran bahasa China. Akan tetapi lembaga itu berhati-hati untuk mengikuti kebijakan Beijing tentang topik yang sensitif secara politik.

“Kami membutuhkan administrator untuk menutup Institut Konfusius dan menyelidiki apa yang disebut ‘kelompok mahasiswa’ yang didukung oleh dana Partai Komunis China di kampus mereka,” kata Pompeo.

Hubungan AS-China memburuk secara tajam dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Presiden Donald Trump melancarkan perang perdagangan dan menuduh Beijing melakukan spionase industri.

Pemerintah AS juga menempatkan raksasa teknologi China Huawei dalam Daftar Entitas, yang membatasi perusahaan AS untuk berbisnis dengan perusahaan tersebut. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Deepens Defense Ties with Malaysia and Türkiye
  • Indonesia’s New Shenzhen Rises in Batang SEZ
  • Indonesia’s Palm Oil Exports Hit US$30.87 Billion, B50 Drives Energy Transition
  • Indonesia Eyes Global Food Powerhouse Status
  • Indonesia, Switzerland and Germany Forge Global-Standard Industrial Talent Pipeline
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.