• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, July 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Militer China Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
March 24, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pelosi Kunjungi Taiwan, Pasukan China Siaga Perang dan Mulai Operasi Militer

Militer China siaga perang dan gelar operasi militer di Selat Taiwan. Dok PLA

ASIATODAY.ID, JAKARTA –  Militer China mengatakan telah melacak dan memperingatkan kapal perang Amerika Serikat (AS) yang secara ilegal memasuki perairan yang diklaimnya di Laut China Selatan.

Angkatan Laut AS membantah klaim China, dengan menyatakan bahwa kapal itu melakukan operasi rutin dan meninggalkan wilayah itu atas kemauannya sendiri.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (23/3), Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengatakan USS Milius, sebuah kapal perusak berpeluru kendali, menyusup ke perairan di sekitar Kepulauan Paracel yang disengketakan.

RelatedPosts

Cambodia Scam Crackdown Sparks Repatriation Rush

Nadiem Makarim Appeals 10-Year Corruption Conviction

WHO Declares Hantavirus Outbreak Over, But Ebola Crisis Deepens

“PLA mengorganisir angkatan laut dan udara untuk melacak dan memantau (kapal) sesuai dengan hukum dan memperingatkannya untuk pergi,” kata juru bicara Komando Teater Selatan China, Tian Junli.

Dia mengatakan, kapal AS melakukan serangan ilegal ke perairan teritorial China tanpa izin dari pemerintah China, merusak perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

“Pasukan teater akan mempertahankan keadaan siaga tinggi setiap saat dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” katanya.

Media pemerintah China menggambarkan kapal AS telah masuk tanpa izin di perairan teritorial China.

Angkatan Laut AS pada hari Kamis membantah pernyataan PLA, dengan mengatakan kapal perusak itu melakukan “operasi rutin” di Laut China Selatan dan tidak diusir oleh kapal China.

“AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan,” kata sebuah pernyataan dari Armada ke-7 Angkatan Laut AS.

Sebuah tweet dari Armada ke-7 tidak menyebutkan pertemuan USS Milius dengan pasukan angkatan laut China.

Ketegangan AS-China telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Beijing mengadopsi sikap paling agresif terhadap Taiwan dan ketika Washington menyegel perjanjian untuk kerja sama militer dengan negara-negara Asia yang menjadi pihak dalam sengketa teritorial di Laut China Selatan.

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan – jalur air strategis di mana perdagangan bernilai triliunan dolar terjadi setiap tahun – meskipun pengadilan internasional memutuskan bahwa pernyataan tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei memiliki klaim yang tumpang tindih di laut tersebut dan mereka menuduh kapal China melecehkan kapal penangkap ikan mereka di wilayah tersebut.

Kepulauan Paracel tempat USS Milius terlihat juga diklaim oleh Vietnam.

AS mengirim kapal angkatan laut melalui jalur air secara teratur untuk menegaskan kebebasan navigasi di perairan internasional. Pergerakan kapal AS di laut yang disengketakan telah meningkatkan ketegangan dengan Beijing. (Al Jazeera)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • UAE’s Damac Digital Plans Multi-Billion-Dollar Data Center Investment in Indonesia
  • Cambodia Scam Crackdown Sparks Repatriation Rush
  • Nadiem Makarim Appeals 10-Year Corruption Conviction
  • Modi to Launch Prambanan Restoration, Strengthening India–Indonesia Cultural Ties
  • Indonesia’s Palm Oil Exports to China Tumble as Nickel Reshapes Bilateral Trade
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.