• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Militer Indonesia Sita Kapal Tanker Pengangkut Minyak Sawit

by Redaksi Asiatoday
May 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Militer Indonesia Sita Kapal Tanker Pengangkut Minyak Sawit

Kapal MV Mathu Bhum yang berbendera Singapura. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut telah menyita sebuah kapal tanker yang membawa minyak sawit ke luar negeri yang melanggar larangan ekspor produk kelapa sawit untuk mengendalikan melonjaknya harga minyak sawit domestik.

Juru Bicara Angkatan Laut Agung Prasetiawan mengatakan sebuah kapal perang Indonesia mencegat kapal MV Mathu Bhum yang berbendera Singapura saat menuju Malaysia.

“Kapal itu membawa 34 peti kemas berisi minyak sawit olahan (refined, bleached, deodorised (RBD). Ini jenis bahan yang sementara dilarang ekspornya,” jelasnya dikutip dari CNA, Minggu (8/5/2022).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Indonesia memproduksi sekitar 60 persen minyak sawit dunia, yang digunakan dalam berbagai produk seperti kosmetik dan olesan cokelat. Sepertiga dari outputnya dikonsumsi di dalam negeri.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), minyak nabati adalah salah satu bahan makanan pokok yang telah melihat harga mencapai rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir setelah invasi Rusia ke pembangkit tenaga listrik pertanian Ukraina.

Produsen di Indonesia akhir-akhir ini enggan menjual di dalam negeri karena mengekspor lebih menguntungkan saat ini karena harga internasional yang tinggi.

Pemerintah berusaha mengendalikan harga, takut akan kemarahan publik karena konsumen di beberapa kota terpaksa mengantre berjam-jam di pusat distribusi untuk membeli minyak goreng.

Larangan ekspor Indonesia membuat harga minyak sawit, kedelai, rapeseed Eropa, dan minyak kanola mencapai titik tertinggi dalam sejarah.

Pemerintah akan melanjutkan ekspor ketika harga minyak goreng curah lokal turun menjadi Rp 14.000 per liter (USD 0,97), setelah melonjak dalam beberapa pekan terakhir menjadi Rp 26.000 per liter. Harga telah turun menjadi Rp 17.200 per liter pada hari Jumat, 8 Mei 2022. (ATN)

Tags: Ekspor CPOEkspor Sawit
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.