• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Moody’s Ingatkan Potensi Inflasi di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
January 21, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Moody’s : Ekonomi Indonesia Tidak Capai 5 Persen Hingga 2021

Kantor pusat Moody's di Amerika Serikat. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Moody’s Analytics mengingatkan negara-negara di Asia Pasifik untuk mewaspadai potensi kenaikan inflasi pada tahun ini, seiring dinamika pemulihan ekonomi global dan Covid-19 varian omicron yang masih menyebar.

Menurut Katrina Ell, Ekonom Senior Moody’s Analytics Asia Pasifik, kenaikan inflasi akan menjadi perhatian global sepanjang 2022.

Pasalnya, sejumlah negara berpotensi mencatatkan kenaikan inflasi yang signifikan, dengan pandemi Covid-19 yang menjadi motor utama. Bank sentral di sejumlah negara akan meningkatkan suku bunga sebagai imbas dari kenaikan permintaan yang sempat tertekan selama 2021.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dari awal pandemi Covid-19 hingga tahun lalu permintaan menurun, kemacetan transportasi dan logistik meningkatkan biaya produksi, sehingga saat pembatasan sosial melonggar permintaan langsung melonjak dan memengaruhi inflasi.

“The Fed berada di jalur normalisasi kebijakan yang lebih agresif berkat demand-pull and supply-push inflation yang sangat cepat. Di beberapa negara di kawasan Asia Pasifik, inflasi meningkat secara signifikan,” jelas Katrina dalam riset bertajuk ‘Inflasi Mendorong Tindakan di Asia Pasifik’, dikutip Jumat (21/1/2022).

Moody’s Analytics mencatat, berdasarkan rekapitulasi data terbaru dari 14 negara, 9 negara diantaranya mencatatkan kenaikan inflasi dari posisi April 2021.

Selandia Baru (per September 2021) dan Singapura (per November 2021) mencatatkan kenaikan inflasi paling tinggi dari 12 negara lainnya.

Katrina menerangkan, Bank Sentral Selandia Baru telah menaikkan suku bunga dengan kumulatif 50 basis poin sejak September 2021 dan terdapat proyeksi kenaikan 50 basis poin lebih lanjut pada 2022.

“Ekonomi Selandia Baru sedang maju tanpa membutuhkan stimulus seperti saat puncak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Di Singapura lanjut Katrina, otoritas moneter akan memperketat kebijakan dengan menaikkan titik tengah dari rentang kebijakannya setelah inflasi utama per November 2021 mencapai 3,8 persen dan inflasi inti 1,6 persen, melebihi ekspektasi.

Katrina menilai bahwa penyebaran omicron dan tingginya harga energi akan menjaga tekanan pada rantai pasok sehingga inflasinya akan tetap tinggi pada semester I/2022.

Sementara itu, Bank Sentral India mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Meskipun inflasi diperkirakan di atas tingkat kenyamanan bank sentral hingga semester I/2022, Katrina menilai bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi hingga September 2022 karena pemulihan ekonomi domestik menjadi prioritas pemerintah India.

Sedangkan Bank Sentral China mengumumkan adanya stimulus lebih lanjut untuk menjaga stabilitas pertumbuhan di 5 persen. Bank sentral memotong suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun 10 basis poin menjadi 2,85 persen, memotong tingkat pembelian kembali tujuh hari sebesar 10 basis poin menjadi 2,1 persen, dan menyuntikkan likuiditas jangka menengah senilai 200 miliar yuan ke dalam sistem keuangan.

Katrina juga merespon pengaruh kebijakan The Fed terhadap kondisi moneter negara-negara Asia Pasifik. Bank Sentral Amerika Serikat itu bersiap menaikkan suku bunga pada paruh pertama 2022 yang dapat menyebabkan hasil treasury lebih tinggi, nilai tukar dolar menguat, sehingga berpotensi menarik aliran modal dari pasar negara berkembang.

“Berdasarkan landasan informasi kami per Januari 2022, kami mengasumsikan bahwa tingkat target federal funds meningkat pada bulan Mei, Juli, September dan Desember. Implikasinya bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik akan sangat signifikan,” jelas Katrina.

Menurut dia, terdapat sejumlah tekanan pada mata uang di pasar negara berkembang selama setahun terakhir, tetapi sejauh ini bertahan dengan baik meskipun terdapat percepatan normalisasi kebijakan Amerika Serikat.

Komunikasi The Fed yang relatif transparan pun mengurangi kemungkinan penyesuaian mendadak, meskipun masih ada risiko yang dapat memicu pembalikan tiba-tiba sentimen terhadap pasar negara berkembang di Asia Pasifik.

“Kemungkinan ada peningkatan tekanan pada beberapa ekonomi untuk mengaitkan kenaikan suku bunga kebijakan moneter lokal dengan apa yang terjadi di Amerika Serikat. Indonesia, India, dan Filipina terlihat sangat menonjol karena kerentanannya yang meningkat terhadap kebijakan Amerika Serikat,” tandas Katrina. (ATN)

Tags: Asia PasifikInflasiMoodyPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.