• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Negeri Chad Afrika Mencekam, Presidennya Tewas Ditangan Pemberontak

by Redaksi Asiatoday
April 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Negeri Chad Afrika Mencekam, Presidennya Tewas Ditangan Pemberontak

Presiden Chad, Idriss Déby. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negeri Chad Afrika sedang mencekam.

Pasalnya, Presiden Chad, Idriss Déby dilaporkan tewas akibat luka-luka menyusul bentrokan dengan pemberontak di bagian utara negara itu pada akhir pekan, menurut pihak militer.

Pengumuman itu datang sehari setelah hasil pemilihan umum sementara memproyeksikan bahwa dia akan memenangkan masa jabatan keenam. Pemerintah dan parlemen telah dibubarkan. Jam malam juga diberlakukan dan perbatasan telah ditutup sebagaimana dikutip BBC Selasa (20/4/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Déby, 68, menghabiskan tiga dekade dalam kekuasaan dan merupakan salah satu pemimpin terlama di Afrika. Sebuah dewan militer yang dipimpin oleh putra Déby, seorang jenderal bintang empat berusia 37 tahun, akan memerintah selama 18 bulan ke depan.

Mahamat Idriss Déby Itno akan memimpin dewan itu, tetapi pemilihan umum yang “bebas dan demokratis” akan diadakan setelah masa transisi selesai, menurut pihak militer Pada hari ini.

Sebagai seorang perwira militer terlatih, Déby berkuasa pada tahun 1990 melalui pemberontakan bersenjata. Dia adalah sekutu lama Prancis dan kekuatan Barat lainnya dalam pertempuran melawan kelompok-kelompok jihadis di wilayah Sahel Afrika.

Menjelang pemilihan umum pada 11 April, Déby berkampanye dengan platform membawa perdamaian dan keamanan ke wilayah tersebut. Namun ada ketidakpuasan yang tumbuh atas pengelolaan sumber daya minyak Chad oleh pemerintahnya.

Akibatnya, sebgai warganya melakukan pemberontakan hingga tidak jarang berakibat fatal. (ATN)

Tags: AfrikaChadIdriss Déby
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.