• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Omicron Meluas, WHO Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
December 3, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
WHO: Amerika Selatan Kini Jadi Episentrum Baru Covid-19

Markas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan negara-negara di Asia Pasifik untuk siaga tinggi dan bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 akibat meluasnya varian Omicron.

Menurut Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, Takeshi Kasai upaya mitigasi yang bias dilakukan dengan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan dan mempercepat vaksinasi secara penuh di masing-masing negara.

“Kendali perbatasan dapat mengulur waktu, namun semua negara dan masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru,” kata Takeshi Kasai dalam keterangan persnya, Jumat (3/12/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dikatakan, masyarakat seharusnya tidak mengandalkan pembatasan perbatasan yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun hal yang paling penting dilakukan adalah mempersiapkan diri dari ancaman varian Omicron. Apalagi, varian baru ini berpotensi lebih menular dibandingkan varian Delta.

“Sejauh ini, informasi yang ada menunjukkan bahwa kami tidak perlu mengubah pendekatan (protokol kesehatan),” imbuhnya.

Takeshi Kasai mengatakan negara-negara harus memetik pelajaran dari penanganan varian Delta. Dia juga mendesak agar otoritas atau pemerintah di masing-masing negara memvaksin kelompok rentan secara lengkap termasuk menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti pemakaian masker dan jaga jarak sosial.

Varian Omicron pertama kali dijumpai di Afrika Selatan pada akhir November 2021. Tidak lama, WHO menetapkan varian Omicron sebagai varian yang diwaspadai atau variant of concern.

Para ilmuwan masih mengumpulkan data untuk menentukan cara penularan Omicron dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan.

Varian Omicron dilaporkan di 20 negara lebih dan pekan ini mulai merembet ke Asia, seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia serta India. Banyak negara yang mulai memperketat aturan perjalanan. (ANT)

Tags: Corona AsiaCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.