• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

OPERASI GANNET 6: Indonesia-Australia Batasi Ruang Gerak Pelaku Illegal Fishing

by Redaksi Asiatoday
October 1, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Australia Sepakat Kerjasama Pemberantasan Illegal Fishing

Patroli bersama Indonesia dan Australia untuk mengatasi kerawanan illegal fishing di wilayah perbatasan. Dok KKP

ASIATODAY.ID, DARWIN – Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama dengan Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) Republik Indonesia dan Australian Border Force (ABF) berhasil membatasi ruang gerak pelaku IUU Fishing di wilayah perbatasan saat pelaksanaan Operasi Gannet-6.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Laksamana Muda TNI Dr. Adin Nurawaluddin, M.Han, menyampaikan bahwa Operasi Gannet-6 yang melibatkan Australia Border Force (ABF), Maritime Border Command (MBC), dan Australian Fisheries Management Authority (AFMA), salah satu tujuannya adalah untuk memberantas praktik illegal fishing di wilayah perbatasan kedua negara, khususnya aktivitas nelayan pelintas batas dari Indonesia.

“Operasi ini merupakan implementasi rencana aksi kerja sama Indonesia dan Australia yang salah satu fokusnya pada pada penanganan nelayan pelintas batas. Hal ini telah kami bahas dibeberapa pertemuan working group sebelumnya,” kata Dirjen PSDKP, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin  saat bertemu dengan delegasi Australia di di resto Wharf One-Darwin pada Jumat (30/9/2022).

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

OPERASI GANNET 6: Indonesia-Australia Batasi Ruang Gerak Pelaku Illegal Fishing 1
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Laksamana Muda TNI Dr. Adin Nurawaluddin, M.Han, saat bertemu dengan delegasi Australia di di resto Wharf One-Darwin pada Jumat (30/9/2022). Foto KKP

Menurut Adin, kehadiran aparat penegak hukum dengan masing-masing aset pengawasan yang dimiliki dianggap efektif dalam mencegah aktivitas pelintas batas di wilayah perairan Australia.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui udara eskalasinya menurun selama pelaksanaan operasi karena berhasil dihalau oleh aparat Ditjen PSDKP.

“Patroli terkoordinasi seperti ini akan semakin kita tingkatkan untuk mencegah terjadinya aktivitas illegal oleh nelayan kita. Ini bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera atau flag state responsibilities,” tegas Adin.

Dalam Operasi Gannet-6 ini Indonesia dan Australia dengan mengerahkan  beberapa armada pengawas seperti, Kapal Pengawas PSDKP Orca 02, Air Surveillance PSDKP jenis ATR 42-320 MPA dan ABF dengan pesawat patroli jenis Bombardir Dash-8, dan kapal patroli ABF Cutter Cape Sorell, sedangkan BAKAMLA menerjunkan KN Pulau Dana-323.

Dalam rangkaian pelaksanaan operasi Gannet-6 tersebut, juga dilaksanakan pertemuan bilateral antara pejabat dari kedua negara.

Adin melanjutkan bahwa tujuan lain dari pertemuan kedua negara ini adalah memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia dalam mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut delegasi dari Direktorat Jenderal PSDKP dihadiri oleh Direktur Jenderal PSDKP, Direktur Penanganan Pelanggaran, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada serta Koordinator Kelompok Hukum, Kerja Sama dan Humas.

“Kedua negara berkomitmen untuk mendorong kerja sama untuk pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab termasuk penanggulangan IUU Fishing di perairan perbatasan ZEE kedua negara, tentunya ini akan menjamin upaya pengelolaan yang perikanan yang berkelanjutan berbasis ekologi,” lanjutnya.

Penguatan kerja sama dalam pemberantasan IUU fishing menjadi salah satu strategi KKP dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trennggono yang meminta jajarannya untuk berkolaborasi dengan negara-negara di Kawasan dalam mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan. (ATN)

Tags: Illegal FishingKerjasama Indonesia-Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • Indonesia Accelerates Rare Earth Ambitions, Partners with Malaysia in Global Race for Critical Minerals
  • Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.