• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pabrik Mobil Bisa Tutup Lebih Lama Akibat Wabah Coronavirus

by Redaksi Asiatoday
March 23, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Volkswagen Diajak Investasi Mobil listrik di Indonesia

Volkswagen Hannover, Jerman. ist

ASIATODAY.ID, STUTTGART – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) kini menjadi problem serius bagi dunia industri. Pasalnya, wabah mematikan itu belakangan ini memaksa sejumlah pabrik mobil ditutup karena dapat membahayakan pekerja mereka.

Bahkan diprediksi, penutupan pabrik yang dilakukan sekarang ini bisa berlangsung lebih lama dari jadwal yang sudah ditentukan oleh masing-masing pabrikan.

CEO Volkswagen AG, Herbert Diess, memperingatkan virus corona dapat memaksa perusahaan menutup pabrik lebih lama dari yang direncanakan. Bahkan perlu diingat juga, Volkswagen sudah melakukan penutupan di sejumlah pabrik miliknya yang tersebar di seluruh dunia.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Sebagian besar pabrik kami tutup selama dua minggu, di beberapa daerah. Kemungkinan langkah-langkah ini akan berlangsung lebih lama,” ujar Diess melansir Reuters, Senin (23/3/2020).

Volkswagen AG sendiri menaungi sejumlah merek mulai dari Volkswagen, Audi, Bentley, Bugatti, Ducati, Lamborghini, Porsche, Seat, dan Skoda. Mereka telah memutuskan untuk menutup pabriknya di Eropa dalam beberapa pekan menyusul semakin meluasnya wabah virus corona.

“Penyebaran virus tidak akan terhenti dalam beberapa minggu dari sekarang. Jadi kita harus siap untuk hidup dengan ancaman ini dalam waktu yang lama sampai obat-obatan efektif atau vaksinasi tersedia,” kata Diess.

Menurut dia, ketidakpastian dampak virus berarti tidak mungkin memberikan perkiraan untuk tahun ini. Mengingat penjualan otomotif akan terasa penurunannya, dimulai dari daya beli yang turun hingga kurangnya stok karena pabrik berhenti produksi. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia EropaCorona EropaCoronavirusCOVID-19Industri OtomotifVolkswagen
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.