• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pakar Ingatkan Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

by Redaksi Asiatoday
May 13, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warning! Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga

Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: PVMBG

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Widjo Kongko mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pakar tsunami tersebut menuturkan berdasarkan data dan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, terdapat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Waspada atau Level 2 ke Siaga atau Level 3.

“Ini menunjukkan adanya potensi ke arah erupsi dan dapat berpotensi menimbulkan tsunami,” katanya dalam keterangan pers di laman resmi BRIN di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

RelatedPosts

Bangladesh Economy Faces Sharp Slowdown

30 Countries Unite to Create WAICO, Aiming to Redefine Global AI Governance

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Untuk perkiraan besar kecilnya dampak tsunami, ia mengatakan tergantung dari pemicu sumbernya, yakni seberapa besar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan volume longsoran kaldera atau lava yang dimuntahkan.

Menurut dia, hasil kajian pemodelan tsunami yang telah dilakukan untuk kejadian erupsi akhir 2018 dapat dijadikan acuan untuk potensi tsunami ke depan apabila ada erupsi Gunung Anak Krakatau, terutama memprediksi waktu tiba tsunami di pantai dan perkiraan tingginya.

Widjo menuturkan pemerintah telah berupaya membuat program mitigasi tsunami dari tingkat hulu hingga hilir. Sebagai contoh, di tingkat hulu terdapat sistem peringatan dini apabila akan terjadi tsunami dan diseminasi informasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Di tingkat hilir, sudah dilakukan penyiapan jalur evakuasi, tempat evakuasi (selter) dan panduan perencanaan evakuasi. Meskipun demikian, korban tsunami masih tetap ada seperti yang pernah terjadi di Selat Sunda di akhir 2018.

Hal itu menunjukkan program mitigasi tsunami yang telah ada belum mencukupi, sehingga perlu ditingkatkan pada masa mendatang.

“Publik juga perlu mendapatkan informasi secara mendetail terkait dengan potensi ancaman tsunami di lokasi di mana mereka tinggal dan tentu saja informasi lainnya terkait dengan jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara,” ujar Widjo.

Deteksi Dini Terkait penguatan sistem deteksi dini tsunami di Selat Sunda, menurut Semeidi, pemerintah telah memasang IDSL (Inexpensive Device for Sea Level measurement) di komplek Gunung Anak Krakatau. Alat IDSL atau disebut PUMMA (Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut) merupakan hasil riset bersama dari KKP, LIPI, UNILA dan Mitra Internasional JRC-EC yang telah dipasang di Selat Sunda, sesaat setelah kejadian tsunami tahun 2018.

Peralatan PUMMA ini sementara masih terpasang di Pulau Sebesi (Lampung) dan Marina Jambu (Pandeglang). Walaupun alat tersebut jauh dari komplek GAK, namun dalam 3 tahun terakhir terbukti memperlihatkan kinerja yang sangat baik.

Kinerja yang dimaksud dapat dilihat dari berbagai parameter seperti kualitas data yang rapat, transmisi yang cepat (real-time), mampu memberikan peringatan (alert) jika ada anomali muka air (tsunami) dan dilengkapi dengan kamera CCTV untuk konfirmasi visual.

Hingga kini, BMKG bersama PVMBG Badan Geologi terus memonitor perkembangan aktivitas GAK dan muka air laut di Selat Sunda. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi/tsunami ini khususnya di malam hari. (ATN)

Tags: BRINGunung Anak KrakatauTsunami
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Azerbaijan Forge Industrial Bridge Linking Asia and Eurasia
  • Bangladesh Economy Faces Sharp Slowdown
  • Kana Cooperative Wins Two National Awards for Economic and Social Impact
  • Indonesia’s Bauxite Breakthrough Signals New Era of Downstream Investment
  • Asia Powers Global Demand for World Bank’s US$1.5 Billion Sustainable Bond
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.