• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pakar: Virus Corona Bertahan di Udara Lebih dari Satu Jam

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris dan Australia Warning Warganya Segera Tinggalkan Indonesia

Coronavirus (Covid-19). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Profesor Wendy Barclay dari Imperial College London mengungkapkan, tetesan atau droplet virus corona dapat bertahan di udara selama lebih dari satu jam.

Profesor Wendy Barclay yang merupakan anggota Kelompok Penasihat Ilmiah Pemerintah untuk Keadaan Darurat (SAGE), telah memperingatkan virus corona dapat tetap di udara untuk waktu yang lama sebelum akhirnya mati.

Profesor Barclay mengatakan bukti penularan bisa lewat udara itu, makin meningkatkan peluang penularan lebih besar.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Kami tahu bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 dapat tetap hidup, tetap menular pada tetesan yang sangat kecil ini sehingga meningkatkan kemungkinan dan memang kemungkinan Covid-19 dapat ditransmisikan melalui partikel-partikel kecil yang dapat ditelusuri melalui udara,” kata dia dalam sebuah talkshow di BBC seperti dilansir dari Express.co.uk, Senin (13/7/2020).

Studi laboratorium dimana virus telah sengaja disiarkan juga menjadi bukti virus dapat tetap di sana selama lebih dari satu jam.

Pakar itu menunjukkan ada cara lain untuk menghindari virus.

“Tentu saja, ada rute lain juga, kita harus tetap mengingat bahwa jaga jarak fisik, jangan permukaan yang terkontaminasi – jadi mencuci tangan kita masih sangat penting. Tapi pememuan baru ini adalah bahwa penularan lewat udara mungkin juga berkontribusi dalam beberapa keadaan,” jelasnya.

Komentar Profesor Barclay muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa penularan melalui udara tidak dapat dikesampingkan.

WHO mengatakan ada “bukti yang muncul” dari transmisi udara dalam pengaturan “penuh sesak, tertutup, berventilasi buruk”. Jika bukti dikonfirmasi, itu dapat memengaruhi pedoman untuk ruangan sosial yang jauh, seperti di toko-toko, restoran, pusat kebugaran dan pub.

Langkah-langkah tambahan dapat diambil untuk meminimalkan sirkulasi udara dan menghindari kepadatan yang berlebihan. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.