• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pakar: Virus Corona Bertahan di Udara Lebih dari Satu Jam

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Inggris dan Australia Warning Warganya Segera Tinggalkan Indonesia

Coronavirus (Covid-19). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Profesor Wendy Barclay dari Imperial College London mengungkapkan, tetesan atau droplet virus corona dapat bertahan di udara selama lebih dari satu jam.

Profesor Wendy Barclay yang merupakan anggota Kelompok Penasihat Ilmiah Pemerintah untuk Keadaan Darurat (SAGE), telah memperingatkan virus corona dapat tetap di udara untuk waktu yang lama sebelum akhirnya mati.

Profesor Barclay mengatakan bukti penularan bisa lewat udara itu, makin meningkatkan peluang penularan lebih besar.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kami tahu bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 dapat tetap hidup, tetap menular pada tetesan yang sangat kecil ini sehingga meningkatkan kemungkinan dan memang kemungkinan Covid-19 dapat ditransmisikan melalui partikel-partikel kecil yang dapat ditelusuri melalui udara,” kata dia dalam sebuah talkshow di BBC seperti dilansir dari Express.co.uk, Senin (13/7/2020).

Studi laboratorium dimana virus telah sengaja disiarkan juga menjadi bukti virus dapat tetap di sana selama lebih dari satu jam.

Pakar itu menunjukkan ada cara lain untuk menghindari virus.

“Tentu saja, ada rute lain juga, kita harus tetap mengingat bahwa jaga jarak fisik, jangan permukaan yang terkontaminasi – jadi mencuci tangan kita masih sangat penting. Tapi pememuan baru ini adalah bahwa penularan lewat udara mungkin juga berkontribusi dalam beberapa keadaan,” jelasnya.

Komentar Profesor Barclay muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa penularan melalui udara tidak dapat dikesampingkan.

WHO mengatakan ada “bukti yang muncul” dari transmisi udara dalam pengaturan “penuh sesak, tertutup, berventilasi buruk”. Jika bukti dikonfirmasi, itu dapat memengaruhi pedoman untuk ruangan sosial yang jauh, seperti di toko-toko, restoran, pusat kebugaran dan pub.

Langkah-langkah tambahan dapat diambil untuk meminimalkan sirkulasi udara dan menghindari kepadatan yang berlebihan. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.