• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Palestina Serukan ICC Mulai Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Israel

by Redaksi Asiatoday
April 3, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Solidaritas Palestina di Asia Tenggara, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel

Warga Palestina mempertahankan tanahnya dari agresi militer Israel. Dok

ASIATODAY.ID, RAMALLAH – Palestina menyerukan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk segera memulai penyelidikan dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel dan para pemukim ekstremnya.

Seruan itu setelah pasukan Israel menembak mati tiga pemuda Palestina di dekat kota Arraba di selatan Jenin, Tepi Barat.

“Kejahatan ini (penembakan tiga pemuda Palestina) merupakan bagian integral dari serangkaian pembunuhan harian terhadap rakyat kami dengan persetujuan eselon politik Israel, serta merupakan seruan eksplisit untuk meledakkan situasi dan mengagitasi kekerasan dan kekacauan selama bulan suci Ramadan,” kata Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (2/4/2022), dikutip kantor berita Palestina, WAFA.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Palestina menganggap pemerintah Israel dan perdana menteri mereka saat ini, yakni Naftali Bennett, bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

“(Kami) menyerukan komunitas internasional untuk memberikan perlindungan kepada rakyat kami,” kata Kementerian Luar Negeri Palestina.

Pada Jumat (1/4/2022) malam, sebuah unit khusus pasukan Israel menembak mati tiga pemuda Palestina di Arraba, Jenin, Tepi Barat. Mereka ditembak saat berada di dalam mobil.

Pasukan Israel kemudian membawa jenazah ketiga pemuda Palestina tersebut. Belum ada keterangan resmi perihal alasan penembakan tersebut.

Sehari sebelum peristiwa penembakan itu terjadi, pasukan keamanan Israel menyerbu sebuah kamp pengungsi Palestina di Jenin. Dua pemuda Palestina dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, kepulan asap membubung dari pusat kamp pengungsi Jenin. Terdengar pula beberapa kali suara letupan senjata.

Menurut beberapa saksi mata, pasukan Israel sempat terlibat bentrok dengan warga Palestina di sana. Personel keamanan Israel pun menembakkan gas air mata ke arah warga.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, tabung gas air mata ditembak di dekat rumah sakit pemerintah Jenin. Gas menembus ke ruang gawat darurat, kemudian memicu kepanikan di antara para pasien.

“Kementerian Kesehatan (Palestina) mengatakan Sanad Abu Atiyeh (17 tahun) dan Yazid Saadi (23) telah meninggal setelah tiba di rumah sakit. Kementerian Kesehatan mengungkapkan 15 orang terluka dalam penyerbuan itu, 14 di antaranya ditembak dengan peluru tajam, dengan tiga dilaporkan kritis dan satu sedang hingga kritis,” demikian laporan kantor berita Palestina, WAFA.

Belum ada komentar resmi dari Israel perihal aksi penggerudukan tersebut. Penyerbuan ke kamp pengungsi Jenin terjadi sehari setelah seorang warga Palestina asal kota Yabad menembak dan membunuh lima warga Israel dalam aksi penembakan di lingkungan Tel Aviv di Bnai Brak.

Itu merupakan aksi terbaru dari serangkaian serangan yang menargetkan warga Israel dalam beberapa hari terakhir. Sejauh ini, sebanyak 11 warga Israel telah tewas.

Sementara itu kamp pengungsi Jenin merupakan salah satu tempat pertempuran paling mematikan dari peristiwa Intifada II atau pemberontakan Palestina kedua. Pada April 2002, pasukan Israel memerangi gerilyawan Palestina di kamp tersebut. Kala itu, sebanyak 23 tentara Israel dan lebih dari 50 warga Palestina tewas. (AP)

Tags: ICCPalestina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.