• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pangkalan Militer Terancam Ditutup, AS Pertanyakan Langkah Erdogan

by Redaksi Asiatoday
December 18, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pangkalan Militer Terancam Ditutup, AS Pertanyakan Langkah Erdogan

Pangkalan Militer Amerika di Incirlik, Turki. ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengaku ingin mendapat penjelasan dari Ankara mengenai ancaman penutupan dua pangkalan militer milik AS di Turki. Kedua pangkalan tersebut berada di kota Incirlik dan Kurecik.

Minggu 15 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menutup dua pangkalan tersebut saat berbicara di sebuah saluran televisi. Dua pangkalan AS itu berlokasi dekat perbatasan Suriah.

Angkatan Udara AS menggunakan pangkalan militer Incirlik untuk melancarkan serangan terhadap kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah. Sementara pangkalan Kurecik adalah tempat berdirinya sebagai stasiun radar milik NATO.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Esper mengatakan kepada awak media bahwa dirinya perlu berbicara dengan Menhan Turki Hulusi Akar mengenai ancaman Erdogan.

“Saya ingin memahami apa maksud sebenarnya, dan seberapa serius mereka,” sebut Esper, dilansir dari AFP, Selasa (17/12/ 2019).

“Jika Turki serius mengenai hal ini, itu semua tergantung mereka. Turki adalah negara berdaulat, dan mereka memiliki hak penuh untuk menampung atau tidak menampung NATO serta pasukan asing,” sambung dia.

“Saya rasa ini telah menjadi masalah aliansi, mengenai komitmen mereka (Turki) terhadap aliansi,” ungkap Esper, merujuk pada keanggotaan Turki di NATO.

Ancaman menutup dua pangkalan militer AS terlontar usai AS menyinggung sanksi ekonomi terhadap Turki yang membeli senjata buatan Rusia. AS telah berulang kali mengimbau Turki untuk tidak membeli sistem pertahanan misil S-400 buatan Rusia.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga telah menyinggung mengenai wacana penutupan kedua markas militer AS pekan kemarin. Merespons ancaman sanksi baru dari AS, Cavusoglu menegaskan bahwa penutupan kedua markas “dapat benar-benar dilakukan.”

Erdogan telah berulang kali mengungkapkan wacana menutup dua markas militer AS di masa lalu. Biasanya wacana tersebut terucap saat Turki dan AS bersitegang. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatErdoganTurki
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.