• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pariwisata Bali Dicengkram Mafia Asing, Negara harus Segera Bertindak

by Redaksi Asiatoday
March 30, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IOC UNESCO Tetapkan Tanjung Benoa, Bali Sebagai Komunitas Siaga Tsunami

Tanjung Benoa, Bali. Foto: Inengah Suarna

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah tegas untuk membereskan pariwisata Bali yang kini mulai dicengkram oleh mafia asing.

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Putra Nababan mengungkapkan bahwa mafia pariwisata itu sudah lama beroperasi di Indonesia. Bahkan, kata Putra, mafia pariwisata tersebut juga sudah membuat ekosistem sendiri untuk Warga Negara Asing (WNA) dari tiga negara yang tidak disebutkan oleh Putra, agar WNA yang menggunakan jasa mafia itu tidak kena pajak ketika WNA itu ada di Bali.

“Jadi ini ada semacam satu ekosistem mafia pariwisata yang ada di Bali. Bahkan mungkin juga di objek pariwisata lainnya. Ini harus ditindak secara serius karena sangat merugikan pajak negara,” katanya.

RelatedPosts

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Putra menjelaskan bahwa komunitas WNA juga menjual paket pariwisata Bali dengan murah dan menjaring banyak warga negaranya untuk berwisata ke Bali.

Saat menuju Bali, rombongan ini dipilihkan pesawatnya, dijemput hingga diarahkan ke tempat untuk membeli oleh-oleh Bali yang tokonya juga milik WNA tersebut. Bahkan mata uangnya dari negara asal WNA.

“Kemudian apa, ujung-ujungnya mereka ini tidak kena pajak dan tidak memberikan ke devisa negara dan akhirnya negara kita yang rugi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga S. Uno memastikan akan menindaklanjuti dugaan mafia pariwisata yang melibatkan warga negara asing (WNA) di Indonesia.

Menteri Sandiaga mengaku kaget dan belum mendapatkan informasi mengenai adanya turis nakal yang memanfaatkan pariwisata Indonesia untuk kepentingan pribadi perorangan maupun kelompok tertentu.

Sandi juga memastikan akan terus memantau dan menyelidiki adanya dugaan mafia pariwisata yang merugikan negara.

“Ini informasi baru untuk kami, kita akan pantau dan terus memonitor. Jika memang ada mafia yang terorganisir melakukan kegiatan penggelapan pajak, mengelabui devisa bakal kita tindaklanjuti,” tegasnya Rabu (29/3/2023). (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Bali TourismPariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.