• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Parlemen China Rombak Sistem Pemilu Hong Kong Agar Beijing Punya Hak Veto

by Redaksi Asiatoday
March 11, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Mulai Buka Kantor Keamanan Nasional di Hong Kong

China buka kantor keamanan di Hong Kong. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sistem Pemilu di Hong Kong akhirnya dirombak total.

Parlemen China pada hari ini memberikan suara mayoritas untuk perubahan sistem pemilihan umum di Hong Kong, termasuk rencana untuk memberikan hak veto bagi Beijing atas siapa yang akan dicalonkan dan dipilih untuk menjalankan pusat keuangan Asia tersebut.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa para pemimpin China tengah bergerak menuju pemerintahan “patriotik” di wilayah bekas koloni Inggris itu.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Beijing juga dinilai bertindak tegas untuk merubuhkan pilar demokrasi Hong Kong setelah aksi protes besar-besaran dan terkadang dengan kekerasan yang mengguncang pusat keuangan itu pada tahun 2019.

Pada pertemuan Kongres Rakyat Nasional tahun lalu, pimpinan Partai Komunis memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menyeluruh di pusat keuangan itu. Akibatnya, puluhan tokoh dipenjara meski sebelumnya aturan “satu negara, dua sistem” telah membuat demokrasi  berkembang di Hong Kong.

Hanya satu anggota Kongres Rakyat Nasional yang abstain dalam pemungutan suara, yang menurut para kritikus keputusan itu akan menjadi salah satu paku terakhir dalam peti mati gerakan demokrasi Hong Kong.

Keputusan itu bertujuan untuk menempatkan kekuatan pemerintahan kota “dengan tegas di tangan kekuatan patriotik dan cinta Hong Kong”, menurut juru bicara parlemen Wang Chen seperti dikutip CNA, Kamis (11/3/2021).

Meskipun bentuk pasti dari perubahan terbaru itu belum jelas dalam sistem politik China, namun pemilu akan ditandai dengan “sistem pemeriksaan kualifikasi” yang ditentukan Beijing.

Komisi pemilu yang dikendalikan Beijing di kota itu juga akan ditugaskan untuk “memilih sebagian besar anggota Dewan Legislatif,” katanya merujuk pada majelis LegCo.

Langkah tersebut merupakan “kemunduran” bagi kemajuan Hong Kong dalam pembangunan demokrasi sejak 1997, kata Bernard Chan, penasihat utama pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.

“Selama 23 tahun terakhir, kami jelas tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa apa yang disebut reformasi politik ini sebenarnya membantu ‘Satu Negara, Dua Sistem’,” kata Chan. (ATN)

 

Tags: Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.