• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pasar Green Bond Asia Diproyeksi Tumbuh di 2021

by Redaksi Asiatoday
December 9, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menggiurkan, Peluang Investasi Hijau di Indonesia

Investasi Hijau. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ambisi iklim yang didengungkan oleh China dan Jepang, diproyeksi akan mendongkrak penerbitan obligasi hijau tahun depan.

Tahun ini, penjualan obligasi hijau di Asia turun 30 persen, tertinggal dari sejumlah kawasan lain di dunia.

Menurut Fitch Rating, penerbitan obligasi hijau oleh pemerintah dan perusahaan di Asia turun menjadi sekitar USD37 miliar per 7 Desember 2020.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Angka itu sangat kontras jika dibandingkan dengan penjualan di Amerika yang meningkat 8 persen menjadi hampir USD44 miliar dan Eropa yang melonjak lebih dari 22 persen menjadi di atas USD140 miliar.

Mervyn Tang, Kepala Global Penelitian ESG di Fitch melihat tren penerbitan green bond akan naik di Asia pada tahun depan seiring janji dari negara-negara seperti China dan Jepang untuk menjadi netral karbon dalam beberapa dekade mendatang.

Fokusnya akan kembali pada utang hijau pada 2021 setelah lonjakan penjualan obligasi sosial dan berkelanjutan pada tahun 2020 karena pandemi.

“Kami melihat akan ada peningkatan dalam penerbitan berlabel hijau di Asia Pasifik karena perhatian beralih dari langkah-langkah bantuan pandemi ke pembiayaan proyek hijau yang diperlukan untuk memenuhi janji emisi nol-bersih utama di seluruh wilayah,” kata Tang di Hong Kong, dikutip dari Bloomberg, Rabu (9/12/2020).

Langkah itu juga dikombinasikan dengan dorongan kebijakan untuk mendukung pasar keuangan hijau.

Kawasan lain masih akan membayangi Asia untuk obligasi hijau pada 2021. Rencana pemulihan Uni Eropa mencakup janji untuk menawarkan jumlah utang yang signifikan.

Selain itu, kepemimpinan Joe Biden di Amerika Serikat juga akan mendongkrak dana tambahan ke infrastruktur hijau AS untuk menyelaraskan dengan Kesepakatan Paris.

Dengan China dan Jepang, ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, masing-masing bertujuan untuk mencapai netralitas karbon pada awal 2060 dan 2050, pasar akan bergerak untuk mendanai perubahan ini.

Hal itu termasuk pengembangan obligasi transisi, dengan perusahaan di industri seperti minyak atau batu bara akan melakukan penjualan untuk membantu mengumpulkan dana untuk pindah ke energi bersih. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGreen InvestmenNetral KarbonPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.