• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Didesak Tetapkan Status ‘Genosida Uighur’ di China

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Pelopori Lahirnya Resolusi PBB Tentang Inklusi Keuangan, Sains, Teknologi dan Inovasi

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kalangan aktivis dari sejumlah organisasi dan 16 pakar genosida mendesak Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) untuk menyelidiki tindakan China terhadap minoritas Uighur di Daerah Otonomi Xinjiang melalui sebuah surat terbuka.

Mereka juga meminta UNHRC untuk ‘mengembangkan strategi’ untuk mengakhiri dugaan sejumlah pelanggaran yang menurut mereka merupakan tindakan genosida.

Surat terbuka yang dikrimkan pada Selasa (15/9/2020) itu, ditandatangani oleh Uyghur Human Rights Project (UHRP), Genocide Watch, Pusat Perlindungan dan Tanggung Jawab Eropa, sejumlah kelompok dan individu lainnya.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Mengutip VOA, Sabtu (19/9/2020), surat itu menyatakan pemerintah China menggunakan kedok memerangi ekstremisme agama dan politik untuk ‘kebijakan sistematis’ yang menindas Uighur dan kelompok minoritas lainnya, termasuk penahanan 1 juta hingga 1,8 juta orang di kamp-kamp pengasingan, indoktrinasi politik, penghilangan paksa, penghancuran situs budaya, kerja paksa dan aborsi secara paksa.

Seruan itu meminta komunitas internasional agar menggunakan upaya “diplomatik, kemanusiaan dan cara damai lainnya” untuk menanggapi kejahatan yang dituduhkan tersebut.

Peter Irwin, seorang staf program senior pada UHRP yang berbasis di Washington, kepada VOA mengatakan adanya informasi yang cukup memadai terkait masalah Uighur untuk menjamin pembentukan Komisi Penyelidikan oleh UNHRC.

Irwin memaparkan, proposal penyelidikan Xinjiang itu telah diabaikan terutama karena sikap oposisi dan kemampuan China mengumpulkan pihak sekutu untuk menentang genosida tersebut.

Pemerintah China menolak tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang, dengan menyebutkan mereka hanya menjalankan kampanye ‘pusat transformasi melalui pendidikan.’

Pejabat China menyebut kamp tersebut sebagai fasilitas ‘pelatihan kejuruan’ bagi mereka yang terpapar ‘gagasan ekstremisme dan terorisme’.

Para pejabat itu juga menyatakan kamp itu mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan baru. (ATN)

Tags: Save UighurSolidaritas UighurUighurUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.